Papua Barat

Dukung Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Fakfak Fokus Bina 38 Kelompok Tani OAP

272
×

Dukung Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Fakfak Fokus Bina 38 Kelompok Tani OAP

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahaan Pangan Kabupaten Fakfak, Taha Bachmit, SP. Jumat (28/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak melalui Bidang Hortikultura dan Tanaman Pangan terus berkomitmen memperkuat kemandirian dan kapasitas petani lokal. Pada tahun anggaran ini, perhatian khusus diberikan kepada masyarakat adat dengan memfokuskan program pembinaan kepada 38 kelompok tani Orang Asli Papua (OAP) yang tersebar di delapan distrik.

​Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahaan Pangan Kabupaten Fakfak, Taha Bachmit, SP, menjelaskan bahwa pembinaan difokuskan pada kelompok-kelompok tani yang sudah aktif berjalan. Bentuk dukungan yang diberikan berupa stimulan sarana produksi pertanian (saprodi) hingga penyediaan peralatan pendukung.

​”Dulu pembinaan kelompok tani masih bercampur. Namun, khusus mulai tahun ini kami berikan perhatian dan fokus kepada Orang Asli Papua (OAP). Bantuan stimulan peralatan dan saprodi ini kami harapkan dapat mendongkrak kapasitas petani sehingga hasil produksinya makin meningkat,” ujar Taha.

Menurutnya, penetapan 38 kelompok tani penerima bantuan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Taha  menyebutkan pihaknya menerapkan mekanisme Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang melibatkan peran aktif para penyuluh di lapangan.

​Penyuluh bertugas melakukan verifikasi awal untuk memastikan kelayakan calon petani maupun lokasi lahan pertanian. Hasil evaluasi dan verifikasi dari pendamping lapangan inilah yang kemudian menjadi dasar Dinas Pertanian memasukkan kelompok tersebut ke dalam program pembinaan.

​Upaya pembinaan yang berjalan selama ini, kata Dia, terbukti memberikan dampak positif bagi pasokan pangan wilayah Fakfak. Salah satu contoh keberhasilan tunas pembinaan ini terlihat pada Kelompok Tani Sumber Rezeki yang diketuai Suban Woretma.

​Kelompok tersebut lanjutnya, kini berhasil mengelola dan memperluas lahan pertaniannya hingga ke kawasan Jalan Kokas, menjadikannya salah satu pemasok utama yang menopang kebutuhan pangan lokal.

​Menghadapi tantangan iklim seperti ancaman kekeringan saat ini di Fakfak, Dinas Pertanian Fakfak telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penyediaan sarana pendukung pertanian serta koordinasi yang erat dengan tenaga pendamping.

​Kabid Holtikultura itu, menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan sarana vital dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah. Meskipun jumlah tenaga penyuluh di Kabupaten Fakfak masih terbatas jika dibandingkan dengan total 142 kampung yang ada, keberadaan mereka tetap dioptimalkan di tiap-tiap wilayah.

​”Peran penyuluh sangat krusial. Mereka tidak hanya mengawal di awal penanaman, tetapi memberikan pendampingan secara berkelanjutan dari perawatan hingga masa panen selesai. Koordinasi dinas dan penyuluh kampung inilah yang memastikan kegiatan pertanian masyarakat berjalan maksimal,” pungkasnya.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *