Papua Barat

Ekspedisi Patriot : Penguatan Sinergi Untuk Percepatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Tomage

166
×

Ekspedisi Patriot : Penguatan Sinergi Untuk Percepatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Tomage

Sebarkan artikel ini
Tim Ekspedisi Patriot IPB
FGD Tim Ekspedisi Partriot dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak Bersama Unsur Pemangku Kepentingan di Distrik Tomage, Fakfak - Papua Barat. Jumat (28/11/2025). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kamis (27/11/ 2025), Tim 1 Ekspedisi Patriot IPB University bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Evaluasi dan Rekomendasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Distrik Tomage”.

Kegiatan ini bertujuan menghimpun aspirasi masyarakat dan merumuskan rekomendasi strategis untuk pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan di wilayah Fakfak bagian barat.

FGD ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Sekretaris Distrik Tomage, para Kepala Kampung (Mbima Jaya, Wamar, Warisa Mulya, Wasa Mulya, dan Wonodadi Mulya), perwakilan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam), warga transmigrasi satu-satunya di SP 8, serta perwakilan Batalyon 808/Mbaham Matta. Keterlibatan multi-pihak ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk mencari solusi terbaik bagi pembangunan kawasan transmigrasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Distrik Tomage, John Soleman Kolopayung, dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB yang telah berinisiatif memfasilitasi forum diskusi produktif di wilayah tersebut.

Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Abu Thalib Paus Paus, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penyediaan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat transmigrasi.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB, Dr. Andrea Emma Pravitasari, S.P., M.Si., yang mempresentasikan hasil evaluasi kondisi kawasan transmigrasi Distrik Tomage berdasarkan observasi lapangan dan data empiris. Materi tersebut mencakup aspek fisik lingkungan, infrastruktur dasar, sosial ekonomi, aspek kelembagaan, akses pelayanan, dan potensi pengembangan kawasan ke depan.

Isu-isu Strategis yang Mengemuka :

Dalam sesi diskusi terbuka, para Kepala Kampung dan peserta FGD menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang masih menjadi hambatan utama dalam pembangunan kawasan transmigrasi, di antaranya:

  • Listrik yang belum beroperasi 24 jam, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan fasilitas sosial.
  • Keterbatasan jaringan telekomunikasi dan akses sinyal, yang berdampak pada keterisoliran informasi serta pengembangan pendidikan dan usaha masyarakat.
  • Akses jalan menuju SP 8 yang masih menumpang jalur kebun sawit, sehingga menyulitkan mobilitas barang dan masyarakat, terutama saat musim hujan.

Selain itu, peserta juga menyoroti kebutuhan pengembangan ekonomi produktif, akses pasar, serta peningkatan kapasitas kelembagaan kampung sebagai faktor penting dalam memperkuat keberlanjutan kawasan transmigrasi.

Komitmen dan Harapan Bersama :

FGD ini menghasilkan sejumlah komitmen tindak lanjut strategis yang akan menjadi dasar perencanaan program pembangunan daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah Daerah dan Tim 1 Ekspedisi Patriot IPB sepakat untuk melanjutkan sinergi dan advokasi bersama dalam memperjuangkan pemenuhan infrastruktur dasar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi dan lokal.

Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa hasil FGD ini dapat menjadi rujukan penting bagi perumusan kebijakan dan rencana pembangunan kawasan transmigrasi Distrik Tomage sebagai wilayah yang produktif, maju, dan berdaya saing.(rls Tim 1 Ekspedisi Patriot IPB/ Editor : Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *