fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tahun ini juga bertepatan dengan pesta demokrasi 2019 yang masih berlangsung, tantangan tugas operasi ketupat yang dibarenggi dengan pengamanan Pemilu terasa... Empat Pesan Penting Wakapolda Papua Barat pada Apel Pengamanan Sidang MK
Irup bersama, Wakapolda Papua Barat dan Kasdam XVIII/Kasuari tampil bersama pada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Mansinam dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselsihan Hasil Pemilu 2019, di Mapolda Papua Barat, Kamis (13/6/2019). FOTO: BID HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tahun ini juga bertepatan dengan pesta demokrasi 2019 yang masih berlangsung, tantangan tugas operasi ketupat yang dibarenggi dengan pengamanan Pemilu terasa cukup berat khususnya untuk TNI/Polri yang sedang berjuang di ibu kota negara.

‘’Kita bersukur karena Provinsi Papua Barat saat ini aman, marih kita jaga bersama untuk menciptakan suasana aman dan sejuk di provinsi yang kita cintai ini,’’ kata Kombes Pol Drs Tatang, Wakapolda Papua Barat saat penutupan Operasi Ketupat Mansinam 2019 dan pembukaan Apel gelar pasukan  persiapan pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umm  (PHPU), di Polda Papua Barat, Kamis (13/6/2019).

Wakapolda papua Barat yang tampil sebagai Irup mewakili Kapolda Papua Barat didampingin Kasadam XVIII/Kasuari mengatakan, Analisa dan Evaluasi  (Anev) terhadap penyelenggaraan operasi ketupat di Provinsi Papua Barat tahun 2019 menunjukan tingkat keberhasilan yang sangat baik, koordinasi dan kerjasama dan sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Mansinam 2019 mendapatkan apresiasi positif dari public.

‘’Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat ditekannya gangguan kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat,’’ ujar Wakapolda.

Wakapolda mengatakan, dari 58 kaasus pada tahun 2018 turun menjadi 47 kasus di tahun 2019. Tidak adanya kasus intoleransi maupun kekerasan antar kelompok, serta terpeliharanya stabilitas harga dan tersedia bahan pokok di masyarakat .

Peserta Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Mansinam dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselsihan Hasil Pemilu 2019, di Mapolda Papua Barat, Kamis (13/6/2019). FOTO: BID HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com

Selain itu Wakapolda menjelaskan, keberhasilan Operasi Ketupat Mansinam 2019 dapat di lihat dengan menurunya angka gangguan Kamtibmas yang terjadi di Provinsi Papua Barat dari 58 kejadiaan tahun 2018 menjadi 47 kejadian pada tahun 2019 atau turun 19%.

‘’Serta angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Papua Barat selam waktu mudik dan waktu balik dari 25 kejadian pada tahun 2018 menjadi sembilan kasus pada 2019 atau turun sebanyak 64 persen, serta menurunya angka kematian Laka Lantas dari tiga orang menjadi dua orang, kata Wakapolda.

Hal itu dapat dicapai lanjut Wakapolda berkat dari kerja keras bersama, TNI, Polri pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta pemangku kepentingan yang mengarahkan segenap sumber daya personil maupun material dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

PJU dan pimpinan dari berbagi satuan pada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Mansinam dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselsihan Hasil Pemilu 2019, di Mapolda Papua Barat, Kamis (13/6/2019). FOTO: BID HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com

‘’Semoga segala upaya dan kerja keras yang telah di darma baktikan akan memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi amal ibadah bagi kita dan mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa,’’ ucap Wakapolda dalam sambutannya.

Tambah Tatang bahwa pada Jumat (14/6/2019) akan dimulai siding pendahuluan perselisihan hasil Pemilu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Jakarta.

‘’Namun kita di wilayah tidak boleh lengah dan tetap melaksanakan kegiatan kepolisian dalam rangka antisipasi adanya pihak-pihak yang menginginkan terjadinya kerusuhan di Provinsi Papua Barat dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ tegasnya.

Guna menciptakan situasi yang kondisif selama siding PHPU Pilpres dan Pileg kedepan, maka menurutnya, perlu melakukan langka-langka antisipasi dengan mengajak seluruh masyarakat berbangsa dan bernegara kesatuan Republik Indonesia untuk menolak ajakan kerusuhan.

‘’Menolak tindakan anarkis, menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, penghasutan, kedengkian dan dendam serta menoilak ajaran radikal dan berita hoaks,’’ ajaknya.

Demi terpeliharannya kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam bingkai kesatuan bhineka tunga ika. Wakapoloda menekankan beberapa empat hal penting

‘’Pertama pertahankan momentum keberhasilan Operasi Ketupat Mansinam 2019 serta suasana kekeluargaan yang telah tercipta selama perayaan hari raya idul fitri 1440 Hijriah,’’ pesannya.

Kedua tingkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan seluruh anggota TNI dan Polri instansi terkait dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan keamanan selama siding PHPU.

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Mansinam dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselsihan Hasil Pemilu 2019, di Mapolda Papua Barat, Kamis (13/6/2019). FOTO: BID HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com

Yang ketiga terus jaga kebersamaan dengan masyarakat, karena bersama masyarakat kita kuat, hindari prilaku yang dapat mencederai masyarakat.

‘’Yang keempat laksanakan setiap tugas yang diberika dengan semangat suka cita dan dipenuhi rasa sukur demi keberhasilan tugas serta mendapatkan Ridoh Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa,’’ imbuh Wakapolda.

Diakhir amanat Wakapolda mengucapkan terima kasih kepada personil dan pemangku kepentingan yang telah melaksanakan operasi Ketupat Mansinam 2019.

Hadir dalam apel konsolidasi operasi ketupat Mansinam, Kasadam XVIII/Kasuari, Kabinda, Kakansar Papua Barat, Dansat Brimob, PJU Polda Papua Barat dan Kapolres Manokwari serta anggota TNI/Polri dan satuan samping.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!