Papua Barat

Ensiklopedia Jurnalistikku Bagian (2).  Melihat Museum Bank Indonesia, Ada Koleksi Keping Emas

478
×

Ensiklopedia Jurnalistikku Bagian (2).  Melihat Museum Bank Indonesia, Ada Koleksi Keping Emas

Sebarkan artikel ini

Tiga Museum di Indonesia pernah ku sambangi,  Museum Tsunami Aceh, Museum Bank Indonesia Jakarta, dan Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat Papua Tengah. Tiga liputan kenagan kuringkaskan dalam tulisan ensklopedia jurnalisku secara bersambung,pada  bagian pertama (1) Sewaktu di Provinsi Nanggroe Aceh Darusallam, kini bagian kedua (2) sewaktu mengikuti temu wartawan di gelar Bank Indonesia di Jakarta tahun 2016 dan 2017.

Ketika di depan Musem Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta pada tahun 2016. FOTO: PROPERTY PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM. Dua kali berkesempatan mengikuti temu wartawan bersama Bank Indonesia di Jakarta.

Baca juga : Ensiklopedia Jurnalistikku Bagian (1). Waktu di Museum Tsunami Aceh, Ada Nama-nama Korban

Pertama di Grand Mercure Harmoni Jakarta pada Ahad  9 Oktober 2016 dan berakhir Rabu 12 Oktober 2016.

Kemudian kegiatan serupa di helat di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin 20 November 2017 sampai Rabu 22 November 2017).

Sebanyak 580 wartawan seluruh provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan yang dibuka Asisten Gubernur BI, Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola, Dyah Nastiti, Senin (20/11/2017).

Dipenghujung pertemuan, panitia memberikan pilihan lokasi wisata, saya memilih ke Museum Bank Indonesia, karena disini banyak koleksi informasi keuangan jaman kolonial hingga kini.

​Dalam referensi Museum Bank Indonesia menulis, Museum BI menempati gedung BI Kota yang sebelumnya digunakan De Javasche Bank, gedung itu mempunyai nilai sejarah tinggi.

Di salah satu sudut ruangan Musem Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta pada tahun 2017. FOTO: PROPERTY PAPUADALAMBERITA.

Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.

Pelestarian gedung BI Kota sejalan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang mencanangkan daerah Kota Tua sebagai salah satu daerah bersejarah di Jakarta.

Sebagai salah satu pelopor revitalisasi gedung-gedung bersejarah di Kota Tua, BI bermaksud menyajikan pengetahuan terkait peran BI dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk memaparkan latar belakang kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan munculnya gagasan pentingnya keberadaan Museum Bank Indonesia.

Untuk menunjang pengembangan kawasan kota tua sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, sangat tepat apabila gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia.

​​Museum Bank Indonesia berfungsi mensosialisakan kebijakan Bank Indonesia sehingga masyarakat lebih mudah memahami kebijakan Bank Indonesia terkini.

​Musemum BI sebagai tempat mengumpulkan, menyimpan, dan merawat benda numismatik ataupun dokumen bersejarah BI .

Beragam bentuk benda numismatik ataupun dokumen bernilai sejarah dalam perjalanan bank sentral Indonesia dikelola, disajikan secara lengkap dan runtut, sehingga mudah dipahami berbagai  asyarakat.

​​​​​​​Museum Bank Indonesia sarana rekreasi literasi yang Menghibur education-entertainment.

Museum BI juga bertujuan sebagai sarana edukasi yang menghibur bagi masyarakat dengan menyediakan fasilitas pengetahuan kebanksentralan berbasis teknologi terkini.

Visi Bank Indonesia menjadi wahana sumber informasi tentang sejarah Bank Sentral Indonesia yang terpercaya, informatif, modern dan menarik yang dikelola secara profesional. ​

Ketika di ruang emas moneter, Musem Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta pada tahun 2017. FOTO: PROPERTY PAPUADALAMBERITA.

Misi: Menyediakan sarana edukasi kepada masyarakat secara menarik dengan memanfaatkan teknolog informasi yang tepat guna mengenai:

Fungsi dan peran Bank Indonesia dari waktu ke waktu, gedung cagar budaya milik Bank Indonesia dan benda-benda koleksi yang terkait dengan sejarah Bank Indonesia, termasuk pelestariannya

sejarah kebujakan Bank Sentral di bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran​​

Berkunjung museum BI menambah wawasan, pemahaman mengenai peran, fungsi, dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, serta informasi koleksi numismatik dan arsitektur gedung. Surat permohonan kunjungan dapat dikimkan melalui e-mail ke Museum BI.

Museum Bank Indonesia memiliki sejumlah tata pamer seperti Metamorfosis Logo Bank Indonesia, Ruang Emas Moneter, Ruang Numismatik, Immersive Cinema.

Fasilitas Museum BI pertama kali dibuka untuk umum pada 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, dan diresmikan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Juli 2009 dengan menambahkan dan menyempurnakan tata pamer, serta menerapkan teknologi multimedia interaktif.(rustam madubun)

Ketika kami mengikuti pertemuan wartawan se Indonesia yang di gelar Bank Indonesia Jakarta pada tahun 2016 dan 2017 yang dipusatkan di Jakarta. FOTO: PROPERTY PAPUADALAMBERITA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *