NasionalPapua

Freeport Resmikan Gedung Sains Dan Kemitraan UNCEN, Dorong Lompatan Riset Papua

359
×

Freeport Resmikan Gedung Sains Dan Kemitraan UNCEN, Dorong Lompatan Riset Papua

Sebarkan artikel ini
Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN dirancang sebagai fasilitas perkuliahan modern yang ramah lingkungan, menggunakan solar panel yang tidak hanya menghemat energi tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa terkait sistem kelistrikan Energi Baru Terbarukan. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM.JAYAPURA- Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas secara resmi menyerahterimakan fasilitas Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih (UNCEN) kepada Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Oscar O. Wambrauw SE., M.Sc..Agr., di Jayapura, Provinsi Papua.

Baca juga: Freeport Indonesia Raih GeoInnovation Award 2025

“Kemajuan Papua harus dimulai dari penguatan fasilitas pendidikan dan riset. Gedung ini kami persembahkan untuk mendukung generasi muda Papua dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika atau STEM sehingga mereka memiliki kompetensi global, berkarakter kuat, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam press releasenya yang diterima redaksi papuadalamberita.com Selasa (9/12/2025) pagi.

Tony menjelaskan bahwa wujud nyata itu juga terlihat dari kerja sama PTFI dan UNCEN dalam menyiapkan talenta Papua. Saat ini terdapat 332 alumnus UNCEN yang bekerja di PTFI, dan jumlahnya akan terus bertambah. “Penerima manfaat beasiswa UNCEN dari Freeport berjumlah 255 orang, dan saat ini yang masih aktif sejumlah 51 mahasiswa, tentu saja kedepannya dapat kita tingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya juga,” kata Tony.

Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Oscar O. Wambrauw, SE., M.Sc.Agr. (kedua kiri) bersama Ketua Senat UNCEN Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA (kiri), dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas meninjau salah satu ruang perkuliahan di Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Sementara itu, Rektor UNCEN Dr. Oscar O. Wambrauw SE., M.Sc..Agr. mengatakan bahwa fasilitas Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN akan menjadi penggerak utama penguatan STEM, pusat kolaborasi antara universitas dan industri, serta memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak-anak muda Papua.

“Semoga dengan adanya gedung Sains dan Kemitraan PT Freeport Indonesia ini, semangat kebersamaan PTFI dan UNCEN semakin kuat, dan gedung ini menjadi sarana untuk menciptakan

karya-karya terbaik untuk bangsa dan negara khususnya di Papua guna mencapai Papua sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif,” kata Rektor UNCEN.

Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN dirancang sebagai fasilitas perkuliahan modern yang ramah lingkungan. Dibangun di atas lahan 4.800 m² dengan luas bangunan 2.800 m², gedung tiga lantai ini menggunakan solar panel yang bukan hanya menghemat energi, tetapi juga menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa yang mempelajari sistem kelistrikan Energi Baru Terbarukan.

Pada lantai tiga Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN, sebagian rangka atap dibiarkan terbuka sebagai contoh konstruksi nyata bagi mahasiswa Teknik Sipil, menjadikan ruang belajar yang aplikatif dan inspiratif. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Terdapat 18 ruang kuliah berkapasitas 40 orang, masing-masing dilengkapi dengan pendingin udara, proyektor dan laptop yang mampu memfasilitasi kuliah secara daring. Setiap ruang diberi nama unsur kimia mineral dari produk PTFI, yaitu Cuprum (tembaga), Argentum (perak) dan nama Aurum (emas). Sebagai pusat aktivitas akademik, gedung ini juga dilengkapi dengan ruangan auditorium yang

berkapasitas 170 kursi dan videotron 6 x 3 meter. Bagian dalam auditorium menampilkan material tembaga sebagai visualisasi produk PTFI, dipadukan dengan motif alam Papua serta ukiran

Cenderawasih dan Kamoro yang memberi sentuhan khas dan harmonis.

Di dalam ruangan yang sama, terdapat patung dinding Tanah Papua yang menggambarkan bagaimana sumber daya alam dikelola secara terintegrasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Seluruh fasilitas di auditorium telah didukung sistem interaksi daring dua arah, lengkap dengan jaringan internet di seluruh lantai.

Menghubungkan area lantai, pada area void tangga yang diterangi cahaya alami dari kaca gedung, terpajang karya seni Mural bertema ‘Tembaga untuk Kehidupan’, yang menggambarkan

kontribusi positif operasional PTFI bagi komunitas dan seluruh pemangku kepentingan.

Fasilitas gedung ini juga dilengkapi taman dan plaza serta area parkir seluas 1.300 m², toilet ramah difabel, serta fire suppression system untuk keamanan. Khusus lantai tiga, sebagian

rangka atap dibiarkan terbuka sebagai contoh konstruksi nyata bagi mahasiswa Teknik Sipil, menjadikan ruang belajar yang aplikatif dan inspiratif.

PTFI berharap fasilitas ini dapat memperkuat posisi Uncen sebagai Universitas unggulan di Kawasan Timur Indonesia.(rls)

 

Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN di Abepura, Jayapura, dibangun PTFI di atas lahan seluas 4.800 m² dengan luas bangunan 2.800 m², dilengkapi taman, plaza, serta area parkir 1.300 m². FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Hiasan dinding berbahan material tembaga yang memvisualisasikan produk PTFI dipadukan dengan motif alam Papua serta ukiran Cenderawasih dan Kamoro, menghadirkan sentuhan khas dan harmonis di area gedung.FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *