Papua Barat

Gas Papua Barat Dipatok 9,72 ICP, Dominggus Mandacan: Jadi Sumber PAD Tahun 2026

343
×

Gas Papua Barat Dipatok 9,72 ICP, Dominggus Mandacan: Jadi Sumber PAD Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (3/10/2025). Ia memastikan harga gas dari LNG Tangguh telah disepakati sebesar 9,72 ICP dan siap menjadi sumber PAD Papua Barat tahun 2026.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARIGubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, memastikan harga jual gas dari LNG Tangguh telah disepakati bersama pemerintah pusat.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Senin (29/9/2025).

“Sebagai gubernur bersama Sekda dan OPD terkait, kami bertemu Menteri ESDM yang didampingi staf, Dirjen Migas, pimpinan SKK Migas,’’ jelas Dominggus Mandacan kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (3/10/2025).

‘’Pertemuan itu membahas usulan Papua Barat terkait harga gas,”  ujar Dominggus Mandacan.

Dominggus menyampaikan, Pemprov Papua Barat telah menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Padoma Ubadari Energy untuk menjadi mitra dalam pengelolaan gas.

Usulan harga yang diajukan ke Menteri ESDM, LNG Tangguh, BP, serta pihak-pihak terkait akhirnya disepakati.

“Puji Tuhan, hari Senin itu harga yang diusulkan langsung diterima. Menteri ESDM mengambil jalan tengah dan memutuskan harga gas dipatok sebesar 9,72 ICP (Indonesian Crude Price),” ujar Dominggus.

Ia menambahkan, pada 1 Oktober 2025 Menteri ESDM telah menandatangani surat keputusan resmi mengenai hal tersebut.

Kesepakatan ini juga melibatkan Direktur Utama PT Padoma Ubadari Energy, T. Heriwansyah, bersama dengan BP dan Kementerian ESDM.

Selanjutnya, pada 27 Oktober 2025 mendatang, Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama BUMD PT Padoma Ubadari Energy dan BP direncanakan akan melakukan peluncuran perdana dua kargo LNG dari Tangguh.

“Dengan demikian kita sudah bisa menjual gas kepada BGN dan PLN. Tahun 2026 gas ini sudah bisa masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Barat, yang akan digunakan untuk membangun daerah dan diserahkan bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gubernur Dominggus Mandacan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *