Papua Barat

Gubernur Dominggus: Pembangunan Papua Harus Hormati Alam dan Adat

287
×

Gubernur Dominggus: Pembangunan Papua Harus Hormati Alam dan Adat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. foto bersama Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau, S.Pi., MM, para perwakilan gubernur se-Tanah Papua, serta peserta nasional dan internasional usai Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua bertema Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (12/2/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas provinsi di Tanah Papua dalam mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua bertema Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua yang digelar di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau, S.Pi., MM, serta perwakilan gubernur dari enam provinsi di Tanah Papua, bersama peserta nasional dan internasional yang mengikuti rangkaian Simposium Internasional Flora Malesiana dan International Nature-Based Climate Solutions Conference (NBCS).

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. menyampaikan sambutan pada Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua bertema Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (12/2/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan kelanjutan dari proses koordinasi dan penyelarasan perencanaan pembangunan yang sebelumnya telah dilakukan melalui berbagai forum teknis, termasuk di tingkat Bapperida/Bappeda se-Tanah Papua.

Ia mengingatkan bahwa komitmen pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua telah dimulai melalui Deklarasi Manokwari tahun 2018 oleh Provinsi Papua dan Papua Barat. Namun dengan adanya pemekaran wilayah menjadi enam provinsi, maka sinergi dan koordinasi antardaerah perlu diperkuat kembali dalam kerangka baru.

“Dalam beberapa tahun terakhir, enam provinsi di Tanah Papua telah menjajaki kembali penguatan kerja sama melalui berbagai forum seperti Sembilan Pesan Lembah Baliem, Raker Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua, dan Rakor Bapperida Tanah Papua,” ujar Dominggus.

Menurutnya, pertemuan ini diharapkan memperkuat koordinasi antarpemerintah provinsi sejalan dengan semangat kerja sama yang dibangun melalui Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua sebagai ruang komunikasi dan pertukaran pandangan pimpinan daerah.

Melalui koordinasi yang baik, kebijakan dan perencanaan pembangunan lintas wilayah diharapkan dapat saling melengkapi dan memperkuat, serta mengarah pada satu visi bersama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Dalam rangkaian kegiatan, juga digelar sesi strategic briefing bertema “Integrasi Komitmen Papua ke dalam Dokumen Perencanaan Daerah”. Sesi ini menjadi ruang diskusi awal untuk menyelaraskan arah kebijakan dan memperkaya perspektif pemerintah daerah.

Topik yang dibahas mencakup perlindungan hutan, penghormatan terhadap masyarakat adat, penerapan solusi berbasis alam, serta pembangunan rendah karbon untuk diintegrasikan dalam dokumen perencanaan daerah sesuai kewenangan masing-masing provinsi.

Gubernur menambahkan, forum tersebut juga menjadi bagian penting dari konferensi internasional NBCS, sekaligus menunjukkan kontribusi praktik perencanaan dan pembangunan di Tanah Papua dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati, dengan tetap berangkat dari konteks dan kebutuhan daerah.

Ia berharap pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bersama yang konstruktif dan menjadi pijakan kerja sama lintas provinsi ke depan.

“Semangat satu Papua, enam provinsi, enam untuk satu harus terus menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam membangun Tanah Papua. Pembangunan yang kita dorong adalah pembangunan yang menghormati manusia, alam, dan nilai-nilai lokal,” tegasnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *