Papua Barat

Gubernur Papua Barat Ajak Warga Jaga Keamanan dan Toleransi 

336
×

Gubernur Papua Barat Ajak Warga Jaga Keamanan dan Toleransi 

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta memelihara toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh-tokoh masyarakat yang digelar di Ruang Multi Media Kantor Gubernur Papua Barat pada Senin (1/9/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menyikapi situasi nasional dan daerah saat ini.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Manokwari, untuk terus menjaga ketertiban agar wilayah tersebut tetap menjadi daerah yang aman, tenteram, dan damai.

“Kita saling mendukung menjaga keamanan dan ketertiban, supaya Manokwari tetap menjadi kota yang damai dan kita bisa hidup rukun,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya merawat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, serta persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat yang beragam suku dan latar belakang.

“Toleransi harus kita jaga. Kebersamaan dan persatuan adalah kekuatan kita. Saya pastikan sebagai tuan rumah, kami harus menjaga itu semua. Semua suku yang datang ke Papua Barat harus diterima. Pemerintah dan masyarakat harus saling terbuka,” jelasnya.

Gubernur Dominggus juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan politik kepada anak-anak asli daerah yang memimpin di tanah Papua Barat.

Ia berharap masyarakat terus menjaga sikap saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan.

“Terima kasih atas dukungan politik dari saudara-saudara semua. Mari kita hargai perbedaan dan bersama-sama menjaga kota ini, menjaga tanah ini yang sudah diberkati Tuhan,” ujarnya.

Menanggapi dinamika sosial yang kerap memicu unjuk rasa, Gubernur menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari hak demokratis warga negara yang dijamin oleh undang-undang.

Namun, ia mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur hukum dan keamanan.

“Demo tidak dilarang, itu dijamin undang-undang. Tapi harus ada laporan kepada pihak berwajib, jelas siapa penanggung jawabnya dan berapa jumlah pesertanya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi atau kelompok,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti ancaman infiltrasi kelompok yang bisa memicu konflik, terutama jika masyarakat mudah terprovokasi atau dipengaruhi oleh minuman keras.

“Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang punya agenda terselubung. Apalagi kalau sudah dipengaruhi oleh alkohol atau pihak luar yang punya niat tidak baik,” katanya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *