NasionalPapua Barat

Gubernur Papua Barat dan Sekda Hadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di IPDN

333
×

Gubernur Papua Barat dan Sekda Hadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di IPDN

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kiri) bersama Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rabu (11/3/2026). FOTO: PAPUAKINI.NET.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.BANDUNGGubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rabu (11/3/2026). Kunjungan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang memaparkan arah pengembangan IPDN ke depan serta pentingnya peran alumni dalam pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya menegaskan bahwa IPDN sebagai lembaga pendidikan kedinasan memiliki fokus pada bidang pemerintahan. Karena itu, menurut dia, tantangan ke depan adalah membangun kultur akademik yang seimbang antara kedisiplinan dan penguatan intelektual.

Ia juga mengapresiasi pimpinan kampus IPDN yang dinilai berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan bertaraf internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas akademik lembaga tersebut.

Bima menilai para alumni IPDN perlu terus diaktifkan kembali agar semangat pengabdian yang dibangun selama masa pendidikan tidak memudar ketika mereka telah terjun ke tengah masyarakat.

“Jangan sampai ketika di sini bagus, lulusnya bagus, tetapi begitu mengabdi semangatnya justru luntur,” ujar Bima.

Ia menambahkan, kampus IPDN yang kini telah berusia 70 tahun telah melahirkan lebih dari 30.000 alumni yang banyak menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Menurut dia, saat ini alumni IPDN menjabat sebagai dua gubernur, 19 bupati, 12 wakil bupati, empat wali kota, satu wakil wali kota, 24 pejabat eselon I di kementerian dan lembaga, serta 15 sekretaris daerah provinsi.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, Komisi II DPR sebelumnya telah mengunjungi kampus IPDN sekitar enam bulan lalu untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di kampus tersebut.

Ia mengaku prihatin karena sejumlah fasilitas penunjang bagi praja dinilai belum mengalami pembaruan sejak puluhan tahun lalu.

Menurut Karsayuda, tempat tidur yang digunakan praja di asrama bahkan disebut belum diganti sejak 1989.

“Kami menemukan fakta para praja tidak bisa nyaman tidur di atas badnya. Mereka lebih nyaman tidur di atas porslite yang juga belum pernah diganti,” kata dia.

Kondisi tersebut, lanjut Karsayuda, merupakan fakta yang menyedihkan sekaligus menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak.

Ia mengajak seluruh alumni IPDN untuk bersama-sama berkontribusi menyelesaikan persoalan infrastruktur kampus agar lebih layak bagi para praja yang sedang menempuh pendidikan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *