Papua Barat

Gubernur Paulus Waterpauw Ajak Pimpinan Bank Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

418
×

Gubernur Paulus Waterpauw Ajak Pimpinan Bank Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

Sebarkan artikel ini

Penjabat GUbernur Papua Barat Paulus Waterpauw saat sambutan pada pembukaan PORSEBANK yang digelar BMPD Papua Barat di GOR Sanggeng Manokwari, Sabtu (12/8/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUDALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) drs Paulus Waterpauw, MSI saat menghadiri acara Pekan Olah Raga dan Seni Perbankan (PORSEBANK) Manokwari mengajak pimpina Bank di Papua Barat untuk menjadi “Orang Tua Asuh Anak Stunting”.

Acara PORSEBANK di gelar Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Papua Barat, dihadiri Ketua BMPD Rommy Sariu Tamawiwy, anggota BMPD di GOR Sanggeng Manokwari, Sabtu (12/8/2023).

Dalam acara tersebut, penjabat gubernur memberikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan bank yang hadir, serta BMPD atas upaya dalam mendukung program-program pemerintah daerah.

Dalam sambutan diluar teks jenderal bintang tiga polisi ini menjelaskan bahwa upaya mengatasi stunting membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk sektor swasta perbankan.

Ia menyampaikan keinginannya agar para pimpinan perusahaan bank tersebut dapat menjadi “orang tua asuh” bagi anak-anak yang mengalami stunting, dengan memberikan dukungan melalui program-program pencapaian gizi yang baik serta perawatan kesehatan yang memadai.

Penjabat gubernur mengatakan, melalui BMPD  program pemerintah daerah dapat disinergikan dengan sektor perbankan, sehingga banyak hal dikerjakan, dengan BMPD dibawa kepemimpinan Rommy Sariu Tamawiwy jelas, teman-teman pimpinan perbankan juga jelas untuk berkolaborasi.

Gubernur menyampaikan terima kasih untuk BMPD dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan juga stunting yang telah memberikan donasi kepada orang tua anak penderita stunting yang diserahkan Ketua BMPD.

‘’Evaluasi 2022 lalu, Papua Barat cukup mencengangkan, karena presentasi stunting dan kemiskinan ekstrem naik dari 26,3% menjadi 30%,’’ jelas Waterpauw.

‘’Puji Tuhan dalam waktu tiga bulan, sudah di angka 14,7%, tiga bulan, saya yakin dengan hadirnya rekan-rekan perbankan, dengan pemerintah bersama masyarakat, saya pikir Papua Barat rendah,’’ sambung suami dari Roma Megawanty Pasaribu ini.

Waterpauw mengatakan, Agustus, September dievaluasi, Ia kini punya 80 anak asuh , dan berharap perbankan juga punya anak asuh.

‘’Saya selalu beritahu pada pimpinan OPD dan para bupati, bahwa waktunya sekarang memberi, waktunya sekarang berbagi bersama saudara-saudara kita yang belum menikmati sebagaimana yang kita rasakan,’’ jelas Waterpauw.

Penjabat gubernur menegaskan, anak-anak Papua Barat memerlukan uluran tangan pejabat dan pemerintah. Semua ke sini, mengabdi, mendapatkan sesuatu di sini, maka berikan juga sesuatu untuk masyarakat di sini.

‘’Penderita stunting memerlukan peran saudara, cukup satu orang, satu anak , ’’ ajak Paulus optimistis.

Ia mengatakan, sekarang terdata ada dua ribuan anak stunting, ini tidak banyak.

‘’Kalau mau berpartisipasi, jadilah bapak asuh dan mama asuh, nanti diberikan pendamping , tidak langsung diberikan ke orang tuanya,’’ sebut gubernur.

Paulus menambahkan, pendampingnya adalah kader PKK dan Posyandu yang memberikan asupan bergizi bagi anak stunting.

‘’Saya harap pimpinan perbankan bantu dalam program nasional, harapannya Papua Barat menjadi unggul,’’ tegasnya.

Gubernur  yakin kerja sama dengan perbankan membawa dampak signifikan dalam upaya mengatasi stunting di Papua Barat.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *