Papua Barat

Gubernur Tekankan Pola Sikap, Pola Tindak di HUT Satpol PP dan HUT Satlinmas

190
×

Gubernur Tekankan Pola Sikap, Pola Tindak di HUT Satpol PP dan HUT Satlinmas

Sebarkan artikel ini
Sambutan Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere pada ulang tahun satuan Polisi Pamong Praja di Kantor Gubernur Senin (4/3/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Drs Ali Baham Temongmere MTP menekankan untuk dapat memenuhi harapan masyarakat maka perlu adanya pola sikap dan pola tindak yang harus dimiliki polisi pamong praja.

Tema peringatan hari ulang tahun Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat: Dengan Semangat  HUT Ke-74 Satuan Polisi Pamong Praja dan HUT Ke-62 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Wujudkan Polisi Pamong Praja dan Linmas yang humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas.

Peringatan HUT Ke74 Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan HUT Ke-62 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dihadiri, Kasdam XVIII/Kasuari, Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat, Wakapolda Papua Barat, Kepala BIN Papua Barat, Sekda Papua Barat, Perwakilan Kejati Papua Barat, Pimpinan OPD.

Pesan Penekanan itu disampaikan penjabat gubernur saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Satpol PP dan ke-62 Satlinmas di Padang, Sumatera Barat, di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin, (4/3/2024).

Pj gubernur mengatakan, setidaknya polisi pamong praja harus memiliki unsur-unsur sebagaimana tema hari ulang tahun satuan polisi pamong praja dan satuan perlindungan masyarakat tahun ini, yakni memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas.

‘’Humanis diperlukan karena objek pelayanan polisi pamong praja adalah warga masyarakat yang sentuhan manusia sangat dibutuhkan,’’ sebut Gubernur Ali Baham Temongmere.

‘’Salam, sapa, dan senyum atau “3S” diperlukan untuk menunjukan, bahwa polisi pamong praja adalah pribadi-pribadi yang ramah, yang mampu memberikan ketulusan pelayanan melalui konsep “3S”,’’ sambung Ali Baham.

‘’Berdedikasi merupakan hal yang general dan lazim diketahui, namun seringkali kita sering mengabaikan dalam mengaplikasikannya,’’ tambahnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Wakapolda Papua Barat memberikan ucapan selamat ulang tahun satuan Polisi Pamong Praja di Kantor Gubernur Senin (4/3/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

Gubernur yang alumni APDN Jayapura ini mengatakan, istilah abdi praja, bhakti praja, bahkan dalam himne pamong yang selalu dinyanyikan pada setiap akhir penutupan Diklat ada penggalan lirik “abdi praja dharma satya nagara bhakti” yang maknanya secara singkat dan tersirat adalah berdedikasi, yakni membaktikan seluruh jiwa raga untuk mengabdi pada tugas-tugas yang diberikan oleh negara untuk masyarakat.

‘’Ini berarti bahwa polisi pamong praja harus memiliki totalitas dalam bekerja untuk berbakti kepada nusa dan bangsa,’’ jelas gubernur.

Disampaikan gubernur, bahwa disiplin merupakan unsur mutlak yang harus dimiliki oleh polisi pamong praja.

‘’Sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah, maka harus memiliki disiplin yang tinggi, terutama disiplin untuk menertibkan diri sendiri sebelum menertibkan orang lain,’’ tambah Ali Baham Temongmere.

Namun, Ia menambahkan, bahwa seluruh ketegasan dan ketidakraguan dalam menjalankan tugasnya haruslah didasari ketentuan perundang-undangan sehingga polisi pamong praja tetap mengedepankan kehati-hatian sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan.

‘’Memperhatikan keempat unsur yang harus diaplikasikan dalam bersikap dan bertindak polisi pamong praja tersebut, dapat kita simpulkan bahwa untuk ditempatkan di satuan polisi pamong praja, mempunyai grade yang ideal,’’ sebut dia lagi.

‘’Oleh sebab itu tidak berlebihan apabila saya tekankan sekali lagi, bahwa polisi pamong praja merupakan pegawai negeri sipil yang istimewa dan tidak boleh diremehkan,’’ tegas orang nomor satu di Pemda Papua Barat ini.

Tambah Ali Baham,  haruslah dipahami bahwa filosofi keberadaan satuan polisi pamong praja merupakan tangan kanan kepala daerah karena setiap upaya pembangunan di daerah, amat sangat mustahil terlaksana jika ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang menjadi salah satu tugas satuan polisi pamong praja belum direalisasikan.

‘’Untuk itu, dapat kita simpulkan bahwa satuan polisi pamong praja adalah salah satu perangkat yang utama bagi jalannya roda pemerintahan di daerah,’’ tegas Ali Baham.

Perwakilan Kajati Papua Barat, Kabinda Papua Barat, Kasdam XVIII/Kasuari dan Wakapolda Papua Barat, Kafasharkan, pimpinan OPD menghadiri ulang tahun satuan Polisi Pamong Praja di Kantor Gubernur Senin (4/3/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

Kata dia, kedepannya satuan polisi pamong praja akan mengedepankan sisi-sisi preemtif dan preventif melalui mekanisme persuasif, pencegahan, penyuluha dan mengedepankan model penyelesaian di hulu daripada di hilir, sehingga wajah polisi pamong praja tidak lagi nampak garang dan yang lebih penting adalah benturan-benturan dapat dihindari serta kesadaran masyarakat terhadap peraturan semakin meningkat.

Langkah yang harus senantiasa ditempuh untuk itu adalah memberikan desiminasi dan menjadi role modelakan kepatuhan terhadap suatu peraturan.

‘’Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran anggota polisi pamong praja dan anggota satuan perlindungan masyarakat dalam upaya pemberian pertolongan kepada masyarakat,’’ tutupnya.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!