Papua Barat

Hotel Apung Hingga Pesawat Hercules Disiapkan, Dishub Dukung Pesparawi XIV

399
×

Hotel Apung Hingga Pesawat Hercules Disiapkan, Dishub Dukung Pesparawi XIV

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Markus Lukas Sabarofek, S.Sos., M.A, yang ditemui wartawan terkait kesiapan transportasi laut dan udara menjelang pelaksanaan Pesparawi di Papua Barat, di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (23/1/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat menyiapkan skema transportasi laut dan udara secara terpadu guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Ke-XIV 2026 di MAnokwari diperkirakan akan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua maupun luar Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Markus Lukas Sabarofek, S.Sos., M.A, mengatakan kesiapan transportasi menjadi faktor penting mengingat tingginya mobilitas peserta selama kegiatan berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Markus saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, untuk transportasi udara, Dinas Perhubungan Papua Barat akan berkolaborasi dengan berbagai pihak karena mayoritas peserta dari luar daerah dipastikan menggunakan pesawat.

“Peserta Pesparawi jumlahnya ribuan. Untuk yang datang dari luar Papua, sebagian besar menggunakan transportasi udara,” ujarnya.

Selain penerbangan komersial, pemerintah daerah juga mempertimbangkan dukungan pesawat TNI Angkatan Udara jenis Hercules untuk membantu mobilisasi peserta, sebagaimana telah disampaikan oleh Sekretaris Daerah Papua Barat.

Sementara itu, untuk transportasi laut, Dishub Papua Barat akan menerapkan pola pengangkutan seperti pada peringatan Satu Abad Papua, khususnya untuk melayani peserta dari wilayah pesisir di lima provinsi di Tanah Papua.

“Untuk angkutan laut, masyarakat dari daerah pesisir Papua Barat bisa menggunakan kapal-kapal tol laut, termasuk armada Sabuk Nusantara,” jelas Markus.

Guna mengantisipasi keterbatasan akomodasi, Dishub Papua Barat juga menyiapkan opsi penggunaan hotel apung, seperti yang pernah diterapkan di Kabupaten Teluk Wondama.

Menurut Markus, skema hotel apung dinilai cukup efektif mengingat jumlah peserta yang besar.

“Kemungkinan bisa menggunakan satu atau dua kapal sebagai hotel apung, tergantung kebutuhan dan keputusan panitia. Ini akan dikombinasikan dengan hotel-hotel yang tersedia di Manokwari,” katanya.

Ia menegaskan seluruh perencanaan transportasi dan akomodasi tersebut masih terus dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor bersama panitia pelaksana agar pelaksanaan Pesparawi berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Prinsipnya, kami siap mendukung penuh agar kegiatan Pesparawi dapat berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta,” pungkas Markus.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *