Papua Barat

Ini Bukti Pemimpin Pro Rakyat, PMK2 Naikkan Modal UMKM 100 Persen

223
×

Ini Bukti Pemimpin Pro Rakyat, PMK2 Naikkan Modal UMKM 100 Persen

Sebarkan artikel ini

Paslon PMK2 menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbatas di posko pemenangan PMK2 jili II di Kampung Jahabra, Distrik Biscoop, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (6/11/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: istimewa

PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI – Pemerintahan Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) mengeluarkan kebijakan yang sangat populis untuk keberlangsungan usaha rakyat kecil dengan menaikan bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari Rp 5 milyar menjadi Rp 10 milyar yang akan dianggarkan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2020.

Kabar menggembirakan itu disampaikan calon bupati nomor urut 2 Petrus Kasihiw saat kampanye putaran 1 dan peresmian Posko Pemenangan PMK2 Jilid 2 di Kampung Jahabra, Distrik Biscoop, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (6/11/2020).

Di hadapan ratusan pendukungnya, Petrus Kasihiw yang kembali bertarung dalam Pilkada serentak tahun 2020 itu mengatakan, program bantuan modal usaha itu adalah satu-satunya program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang ada di Papua Barat.

“Ini adalah program yang langsung menyentuh usaha rakyat kecil agar lebih baik dan berkembang. Bisa di cek di daerah lain. Hanya di Bintuni dan di era kepemimpinan saya program ini ada,”sahut Petrus Kasihiw.

Dijelaskannya melalui program bantuan modal usaha setiap pelaku usaha kecil yang memenuhi syarat kelayakan usaha, mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Bantuan itu diberikan pemerintahan Pit-Matret tanpa ada agunan dari penerima bantuan. Pelaku usaha kecil cukup melampirkan foto copy KTP, KK dan foto tempat usaha.

“Coba dimana bisa mendapatkan bantuan modal usaha seperti ini. Kalau kita mau pinjam uang di bank, kita harus punya jaminan. Betul tidak?. Kalau tahun ini total bantuan yang kami anggarkan 5 miliar, kami akan menaikkan anggaran itu menjadi 10 miliar dalam APBD 2020,” ujar Petrus Kasihiw, disambut tepuk tangan dari ratusan pendukungnya.

Agar program itu dapat terwujud, PMK2 jilid II meminta masyarakat Bintuni mencoblos nomor urut 2 pada tanggal 9 Desember 2020 untuk melanjutkan program pembangunan itu lebih mudah daripada harus memulai lagi program baru.

Tetapi jika masyarakat tidak memilih PMK2 untuk melanjutkan kepemimpinannya jilid 2, belum tentu program yang sudah berjalan dengan baik itu akan diteruskan oleh orang lain.

Selain memberikan bantuan modal sebesar Rp 5 juta per pelaku usaha, PMK2 juga memberikan bantuan modal untuk Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki usaha sebesar Rp 100 juta per orang. Ada 5 OAP yang sudah menikmati bantuan ini selama tahun anggaran 2019. Di tahun anggaran 2020, program bantuan Rp 100 juta itu ditunda menyusul merebaknya wabah virus Corona.

“Nanti di tahun 2021 kita lihat lagi, mudah-mudahan Corona sudah pergi. Pengusaha kecil Papua seperti ini perlu dibantu, supaya mereka bisa jadi pengusaha yang sukses. Kami akan bantu yang memang benar-benar punya niat berusaha, bukan hanya menghabiskan bantuan untuk foya-foya. Masa depan keluarga itu yang harus dipikirkan,” tandasnya.

Selain di Kampung Jahabra yang diberi nama Posko Raja Moskona, Ketua Posko Raja Biscoop Simson Ebore mengatakan, ada 3 posko lagi yang dibangun pendukung Piet-Matret di Distrik Biscoop.(aba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *