Papua Barat

Jaga Cahaya Ramadan, Ustadz Bambang Ajak Umat Muslim Perkuat Muhasabah, Mujahadah, dan Muraqabah

259
×

Jaga Cahaya Ramadan, Ustadz Bambang Ajak Umat Muslim Perkuat Muhasabah, Mujahadah, dan Muraqabah

Sebarkan artikel ini
Jamaah mengikuti shalat tarawih di Masjid Nurul Fatah Reremi Puncak, Manokwari, Rabu (18/3/2026). Dalam khotbahnya, Ustadz Bambang Yudhi Astomo mengajak umat Islam menjaga kualitas ibadah melalui muhasabah, mujahadah, dan muraqabah hingga pasca-Ramadan. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ustadz Bambang Yudhi Astomo, S.Pd., mengajak umat Islam menjaga “cahaya Ramadan” dengan memperkuat muhasabah, mujahadah, dan muraqabah sebagai kunci mempertahankan kualitas ibadah hingga pasca-Ramadan.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam khotbah pengantar shalat tarawih hari ke-28 malam ke-29 di hadapan jamaah Masjid Nurul Fatah Reremi Puncak, Manokwari, Rabu (18/3/2026).

Menurut dia, Ramadan merupakan anugerah besar dari Allah SWT di tengah kehidupan manusia yang kian kompleks. Berbagai tantangan hidup saat ini membuat manusia lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dan terasa semakin singkat dalam memaknai umur dibandingkan generasi terdahulu yang hidup lebih sederhana dan alami.

Dalam kondisi tersebut, umat Islam diingatkan untuk mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat. Ramadan menjadi momentum istimewa karena Allah SWT melipatgandakan pahala, menghadirkan malam yang lebih baik dari seribu bulan, serta membuka pintu ampunan dan rahmat seluas-luasnya. Meski setan dibelenggu, godaan tetap hadir melalui kelemahan manusia itu sendiri.

Karena itu, ia mengajak umat Islam menjalani Ramadan dengan sebaik-baiknya dan menjaga kualitas ibadah agar tetap berlanjut setelah bulan suci berakhir. Amal-amal seperti shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, dan berbagai ibadah lainnya diharapkan tidak berhenti, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan tiga langkah penting agar nilai-nilai Ramadan tetap terjaga. Pertama, muhasabah atau introspeksi diri terhadap amal ibadah yang telah dilakukan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Memasuki bulan Syawal, lanjutnya, umat Islam dihadapkan pada ujian peningkatan kualitas iman. Syawal menjadi titik awal untuk membuktikan keberhasilan ibadah selama Ramadan, apakah meningkat atau justru menurun.

Kedua, menjaga semangat mujahadah atau kesungguhan dalam beribadah. Ia menilai perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan tidak mudah, sehingga dibutuhkan tekad kuat dan keikhlasan agar tetap konsisten menjalankan ibadah.

Ketiga, muraqabah, yakni memperkuat kedekatan kepada Allah SWT dengan menyadari bahwa setiap perbuatan senantiasa berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran ini akan menumbuhkan sikap hati-hati, tawakal, serta harapan akan rahmat dan ampunan Allah.

“Manusia mungkin tidak mengetahui apa yang kita lakukan, tetapi Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” ujarnya.

Di penghujung Ramadan, ia juga mengajak jamaah untuk mengisi malam-malam terakhir dengan ibadah terbaik serta menghindari hal-hal yang berlebihan dan kurang bermanfaat agar amal tidak terhenti setelah Ramadan berakhir.

Dengan menjaga semangat Ramadan melalui muhasabah, mujahadah, dan muraqabah, umat Islam diharapkan mampu meraih keberkahan serta menutup kehidupan dengan husnul khatimah. (rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *