Papua Barat

“Jangan Anggap Saya Hantu Laut, Sabar Permainan Sedang Berlangsung”

174
×

“Jangan Anggap Saya Hantu Laut, Sabar Permainan Sedang Berlangsung”

Sebarkan artikel ini

Komjen Pol (pur) Drs Paulus Waterpauw, MSI, di Uditorium PKK Papua Barat, Jumat (31/3/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Auditorium PKK Papua Barat di Arfai Manokwari Jumat 31 Maret 2023 pagi jadi saksi pelantikan pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, ada yang baru menjabat, ada yang hanya tergeser dan ada yang diberhentikan.

Itu bukan akhir perjalanan rotasi di lingkungan Pemprov Papua Barat, sabar, jangan emosi, masih ada roling – roling berikutnya, walaupun yang meroling juga akan diperpanjang atau sampai disitu! Dan diganting dengan yang baru? Jawabnya, nanti pada pekan kedua ketiga Mei 2023.

Ia adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, semua keputusan ada ditangannya berpedoman pada undangan-undangan, aturan, nurani dan instrumen seperti ekonomi, politik, sosial, budaya dan pertahanan keamanan daerah, tetapi jangan ajari dia soal itu, itu ‘ahlinya’ sejak di taruna hingga perwira tinggi dia sudah kenyang, kerikil-kerikil itu.

Dalam sambutan diluar teks, Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (pur) Drs Paulus Waterpauw, MSI mengingatkan, bahasa yang selalu dilontarkan, bahwa jangan bikin diri inti terjawab saat (Jumat/3/2023) pagi.

Postur anggaran Provinsi Papua Barat telah berkurang setelah dibagi dengan Provinsi Papua Barat Daya, sehingga Ia merampingkan perampingan pejabat.

Juga anggaran provinsi Papua Barat berkurang setelah dibagi dengan Papua Barat Daya, dan perangkat organisasi daerah sangat gemuk.

‘’Kami telah mengusulkan penataan perangkat daerah Provinsi Papua Barat yang diletakkan dalam semangat miskin struktur, kaya fungsi, dan telah disetuju menteri dalam negeri dan tinggal dibuat peraturan daerahnya,’’ ujarnya.

Oleh karena itu akan ditambahkan perusahaan daerah (Perusda) sesuai bidang, potensi, dan kebutuhan daerah.

‘’Kita miskin perusahaan daerah, karena mereka itu penghasilan pendapatan asli daerah (PAD), kita tidak punya itu, kita punya Perusda hanya satu bermasalah lagi,’’ jelas Waterpauw.

Pikirnya, kenapa BUMN menjadi pelaksana pemerintah pusat, kenapa kita pemerintah daerah tidak mencontohi kinerja BUMN, kita bentuk BUMD BUMD.

Sehingga bidang kewartaan punya Perusda sendiri, bicara urusan ikan, hutan di situ ada perusahaan yang bekerja untuk itu.

‘’Di hutan banyak persoalan  yang bisa dilaksanakan, sehingga pajak kita dapat, pendapatan asli daerah kita bisa tambahkan, dan bisa membantu operasional pemerintahan,’’ ujarnya.

‘’PAD Papua Barat hanya Rp600 Miliar, didapat dari pajak kendaraan bermotor, pajak perseorangan, apabila waktunya tiba Papua Barat Daya mengambil bagian hak mereka, saya tidak bisa bayangkan berapa PAD Papua Barat,’’ sebutnya.

Jadi, kata Paulus pemerintah daerha harus bekerja keras, bagaimana melihat potensi, mohon dukungan dari pimpinan instansi terkait, potensi ada, kira-kira sebuah mimpi bisa terwujud dalam kesempatan ini.

Kepada pejabat yang dilantik Ia menekankan jabatan adalah amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan, harus taat asas, loyal terhadap pimpinan.

‘’Anda wajib patut terhadap ketentuan-ketentuan, perundang-undangan yang ada sebagaimana saudara-saudara tanda tangani fakta integrasi integritas,’’ tegasnya.

‘’Mungkin bahasa saya yang dulu, jangan bikin diri inti terjawab hari ini,  jadi kalau kita memahami siapa kita sebagai penyelenggara negara, pengayom, pelindung masyarakat, pengabdi masyarakat pasti harus baik, tidak boleh tidak baik sedikitpun,” pesan Paulus.

”Kita menjadi perpanjang tangan negara, jadilah harapan masyarakat, jangan bikin suka-suka, jangan menganggap jabatan adalah hadiah, tidak bisa, sebagai aparat negara taat ketentuan, aturan ,’’ kata Waterpauw mengingatkan itu.

Pejabat baru Ia mengatakan, kinerjanya akan dieavaluasi, bila dianggap tidak bisa bekerja, diganti sesuai mekanisme, proses yang ada.

Sama-halnya Ia, Sekda, pejabat lain, instansi terkait, semua dievaluasi, ini  yang dibilang di atas langit ada langit

‘’Jadi jangan bikin diri inti, maksudnya seperti itu, jangan nanti sudah tahu jatuh baru katakan saya kecewa, saya tidak terima, jangan, sebelum kecewa, dan tidak terima lakukan secara maksimal tugas itu,’’ tegas Paulus.

Pesan Dia, pejabat baru bekerja baik, konsultasi ke dalam, kemudian gas, kerja sesuai tupoksi masing-masing, ada terkendala maupun tidak laporkan.

Waterpauw menyebutkan, tugas staf Itu diminta atau tidak diminta wajib hukumnya melaporkan kepada pimpinan. Ia duduk sebagai wakil pemerintah pusat sebagai pejabat gubernur punya tugas, kewenangan, dan fungsi itu.

‘’Jadi bapak ibu jangan menganggap saya hantu laut (atau momok yang menakutkan, red), jangan menganggap itu kan cuma penjabat (PJ), nanti sebentar lagi dia diganti, sabar ini permainan sedang berlangsung,’’ ujarnya mengingatkan yang mendapat tepuk tangan meriah undangan.

‘’Maksud saya, kita semua dinilai dan saya punya hak menilai saudara-saudara, mari sama-sama buat harmoni, sebuah harmoni musik itu dari a sampai z tapi dalam sebuah organisasi pengen sama bunyi yang merdu sehingga terdengar suara yang mani,’’ sebut dia.

Ia menyambung, bahwa apalagi sekarang hanya tujuh Kabupaten, buka mata-tutup mata sudah tiba di kabupaten sebelah, dan bisa dikerjakan dengan baik.

‘’Saya minta dukungan dari teman-teman Forkopimda, bapak ibu semua hamba-hamba Tuhan doakan kami semua kita mau bekerja sungguh-sungguh,’’.

‘’Dan bilamana dianggap tidak mampu dan tidak becus kami rela untuk menyerahkan jabatan ini untuk saudara-saudara yang lain, untuk melanjutkan tugas itu,’’ tuturnya.

Tetapi menurunta, selama diberi amanah kerja, kerja, kerja dan bekerja.

‘’Ingin saya sampaikan mohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa mari sama-sama bekerja keras, bekerja sungguh-sungguh membangun Papua Barat yang sama-sama kita cintai,’’  sekian dan terima kasih,’’ ucapmnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *