PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Langit senja di markas Polda Papua Barat, menjelang pukul 19.15 WIT, terasa berbeda.
Nada lagu-lagu Papua mengalun pelan, menyusup di sela barisan rapi anggota kepolisian yang berdiri membentuk lorong kehormatan.
Di ujung barisan itu, sebuah perpisahan penuh haru sedang ditorehkan. Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P — Kapolda Papua Barat — dilepas dengan tradisi terbaik korps Bhayangkara: pengalungan bunga dan Pedang Pora.

Bukan sekadar seremoni. Ini adalah penghormatan. Ini adalah salam terakhir dari satu keluarga besar kepada pemimpinnya.
Baca juga: Kapolda Alfred Siap Lanjutkan Capaian Johnny Isir, Perkuat Pelayanan
Sebagai rangkaian akhir kegiatan, prosesi pelepasan Kapolda Papua Barat yang lama bersama Ny. Astrid Isir berlangsung khidmat.
Kalungan bunga tersemat, diikuti lengkung Pedang Pora yang terangkat tinggi — simbol penghargaan atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi selama memimpin Polda Papua Barat.
Langkah keduanya terasa mantap namun sarat emosi.
Johnny Eddizon Isir dan istri kemudian diantar menuju kendaraan jeep terbuka milik Brimob Papua Barat.
Kendaraan itu perlahan bergerak melewati lorong panjang personel — dari Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Alfred Papare, Wakapolda, para pejabat utama, Kapolres dan Kapolresta, pengurus Bhayangkari, hingga anggota dan ASN Polda Papua Barat — semua berdiri di sisi kiri dan kanan, memberi hormat perpisahan.
Tangan-tangan terangkat. Beberapa mata tak mampu menyembunyikan genangan.
Lagu-lagu Papua yang mengiringi perjalanan keluar itu seperti menjadi narasi tak tertulis tentang kedekatan seorang jenderal dengan tanah dan orang-orang yang pernah dipimpinnya.
Di antara barisan, tampak anggota yang menunduk, mengusap air mata, melepas sosok yang bukan hanya atasan — tetapi figur teladan.
Perpisahan itu terasa lebih dalam karena bukan sekadar akhir masa jabatan. Johnny Eddizon Isir akan mengemban amanah baru sebagai Kepala Divisi Humas Polri — sebuah posisi strategis di tingkat Mabes Polri — menandai babak pengabdian berikutnya dalam karier perwira tinggi asal Papua tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menegaskan bahwa tradisi pelepasan tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi kepada pejabat lama sekaligus penanda dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Polda Papua Barat.
“Ini adalah bentuk penghormatan resmi kepada Kapolda lama dan juga rangkaian penerimaan Kapolda yang baru. Lebih dari itu, ini adalah wujud apresiasi dan rasa hormat institusi atas pengabdian dan kinerja beliau selama menjabat,” ujarnya.
Malam pun turun perlahan di Manokwari.
Jeep terbuka itu kian menjauh, membawa sang jenderal menuju tugas baru.
Namun jejak kepemimpinan dan pengabdiannya tertinggal — di ingatan anggota, di lorong markas, dan di hati Papua Barat.
Perpisahan boleh terjadi. Pengabdian tidak pernah benar-benar pergi.(rustam madubun)













