Papua Barat

Jelang HUT 169 Injil Masuk Papua, Gubernur Ali Baham Ajak OPD Bersih-bersih Kota Manokwari

326
×

Jelang HUT 169 Injil Masuk Papua, Gubernur Ali Baham Ajak OPD Bersih-bersih Kota Manokwari

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere berdialog bersama pimpina OPD seusai memimpin apel Jumat (19/1/2024). FOTO:RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai membersihkan kawasan kantor, jalan di Manokwari, Papua barat menjelang peringatan HUT 169 Injil Masuk Tanah Papua melalui Pulau Mansinam.

Diketahui, bahwa Injil pertama kali masuk Papua melalui Pulau Mansinam, Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat pada 5 Februari 1855, injil masuk melalui dua misionaris asal Jerman, yakni Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler.

‘’Hari ini kita bersama-sama akan melaksanakan kerja bakti, nanti mulai bandara sampai dengan di kantor gubernur, kerja bakti ini hari kita mulai dan seterusnya diatur, Kita harus mendukung sepenuhnya kaitanya dengan panitia peringatan Injil masuk di tanah Papua tanggal 5 Februari yang akan datang,’’ tegas Penjabat Gubernur Papua Barat Doktor Ali Baham Temongmere MTP pada di Apel Jumat (19/1/2024).

Penjabat gubernur mengatakan, untuk menyambut HUT 169 injil masuk tanah Papua Pemerintah provinsi harus dukung sepenuhnya panitia dan Kabupaten Manokwari.

Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere memimpin apel Jumat (19/1/2024). FOTO:RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

‘’Kegiatan di Kota Manokwari , kegiatan kita juga, di atur baik-baik supaya jangan jadwalnya tidak tumpang tindih, dikoordinasikan, disinkronkan, dikolaborasikan,’’ pesan Ali Baham Temongmere.

‘’Kita provinsi dukung sepenuhnya Kota Manokwari dan panitia untuk pelaksanaan peringatan Injil masuk di tanah Papua di mansinam tanggal 5 Februari mendatang,’’tegas Ali Baham.

Ia pun memrintahkan Kepala Bappeda segera berkoordinasi dengan panitia dan Kota Manokwari, karena Mansinam juga merupakan suatu destinasi wisata yang itu mempunyai keunggulan kooperatif.

‘’Oleh karena itu ini kekuatan yang mempunyai daya ungkit, sangat tinggi, harus dikelola baik untuk mendorong para wisata yang lain,’’ tambah mantan Sekda Kabupaten Fakfak ini.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *