fbpx
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap saat melepas dua pasien Rumah Sakit Provinsi yang terakhir sembuh untuk kembali... Jubir COVID-19 Papua Barat Sebut Indikator Kesehatan Tentukan Satu Wilayah Masuk New Normal

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap saat melepas dua pasien Rumah Sakit Provinsi yang terakhir sembuh untuk kembali ke keluarga pada Sabtu (23/5/2020) lalu di Rumah Sakit Provinsi. FOTO:rustam madubun/papuadalamberita.com.

 PAPUADALAMBERITA.COM.. MANOKWARI- Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap menjelaskan bahwa dalam menentukan suatu daerah dapat aktivitas layanan publik dan memasuki New Normal, ada beberapa indicator, indicator kesehatan yang dinilai dengan penurunan kasus yang ditemukan.

Baca juga: Rumah Sakit Provinsi Kembali Tangani Pasien COVID-19 Manokwari, Rabu Swabnya Dikirim

‘’Indikator kesehatan dan penurunan kasus menentukan satu daerah untuk diberlakukan (new normal), bahwa indikator memastikan satu daerah layak masuk new normal adalah selain ada indicator kesehatan ada juga aspek lain,  juga yang dinilai persiapan ekonomi dan lain-lain,’’ ujar juru bicara COVID-19 Papua Barat secara virtual atau soom meting kepada wartawan, Selasa (2/6/2020) di Manokwari.

Dokter Arnoldus Tiniap melanjutkan, bahwa tetapi dari sisi kesahatan dinilai dengan penurunan kasus yang ditemukan, misalnya satu daerah rutin memeriksakan warganya dengan jumlah yang konsisten, kemudian dinyatakan mencapai puncak sesuai grafis dari kasus di daerah tersebut, dan dinilai dalam tiga minggu berturut-turut ada penurunan dibawah 50 persen, berarti daerah itu bisa dinyatakan secara aspek kesehatannya memenuhi syarat.

‘’Tetapi itu salah satu aspek dari sekian aspek, yang penting juga adalah aspek ekonomi,  pemerintah daerah bisa menentukan,’’ jelas dokter Tiniap.

Menurut jubir Covid-19 Papua Barat pendekatan yang dipakai berdasarkan kriteria kesehatan epidemologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Data yang diperoleh papuadalamberita.com sesuai aturan kesehatan dunia WHO menyebutkan ada 11 indikator utama yang dipakai guna melihat penurunan jumlah kasus selama dua minggu sejak puncak terakhirnya, dengan target lebih dari 50 persen untuk setiap wilayah.

Adapun penurunan angka yang dilihat tersebut adalah berdasarkan dari jumlah yang meninggal, penurunan jumlah kasus positif, termasuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit.

WHO menyebutkan juga jumlah pasien sembuh dan selesai pemantauan. indikator lain adalah dengan melihat hasil dari jumlah pemeriksaan laboratorium, di mana positivity rate-nya harus di bawah 5%, dan penggunaan metode pendekatan RT atau R-T yang disebut angka reproduktif efektif kurang dari satu.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!