Papua Barat

Kapolda Papua Barat Sebut Inovasi Rumbai Koteka Dapat Kendalikan Perilaku Kekerasan

229
×

Kapolda Papua Barat Sebut Inovasi Rumbai Koteka Dapat Kendalikan Perilaku Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, didampingi Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, SIK MH dan Bhabhinkamtibmas Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat memaparkan karya membangun pendidikan informal untuk anak-anak Kokoda di Kota Sorong. PAPUADALAMBERITA. FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dokto Tornagogo Sihombing, SIK, MSI didampingi Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, SIK MH dan Bhabhinkamtibmas Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat memaparkan karya membangun pendidikan informal selama ini untuk anak-anak Kokoda di Kota Sorong.

Kegiatan digelar secara virtual di Aston Niu Hotel Manokwari, Jumat (9/7) dimana Kapolda memaparkan karya yang dinamakan sebagai inovasi rumah belajar masyarakat Kokoda Klawasi atau rubai koteka kepada 11 Panel Independen.

Tim Panel terdiri dari Prof Dr JB. Kristiadi, Prof Dr Siti Zuhro, Prof Dr Eko Prasojo,  Dadan S Suharmawijaya, Sri Haruti Indah Sukmawati, Haris Turino, Erri R Harjapameko, Neneg Goenadi,  Tulus Abadi, Rudiarto Sumarwono dan Nurjaman Mochtar.

Selama ini dijalankan Bhabinkamtibmas Klawasi Bripka Sandry Yusuf Rante Datu, kepada Tim Panel Independen reformasi birokrasi nasional dalam kegiatan bertajuk wawancara finalis 99 top sinovic atau sistim informasi inovasi pelayanan publik yang digelar Kemenpan-RB Tahun 2021.

Kapolda mengatakan bahwa, inovasi rumbai koteka, yaitu program ini berlokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat dengan mayoritas masyarakat dari Suku Kokoda.

Kapolda menuturkan Bhabinkamtibmas Klawasi mempelopori program inovasi Rumbai Koteka sebagai sebuah solusi dalam menghadapi setiap permasalahan. Program Rumbai Koteka sejauh ini berdampak pada tersedianya rumah belajar bagi anak-anak usia sekolah di Kelurahan Klawasi.

‘’Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan calistung bagi anak-anak yang tidak mampu, buta aksara, serta putus sekolah,” tutur Kapolda kepada Tim.

“Melalui kegiatan bernyanyi, menari, olahraga dan bahasa daerah sebagai komunikasi yang dilakukan terhadap murid-muridnya dengan menggunakan media belajar seperti buku cerita bergambar, mendongeng dan warna kesukaan untuk mengetahui karakter anak,” jelas Kapolda.

Berdasarkan data, diketahui bahwa banyak anak-anak tidak mampu, putus sekolah, dan buta aksara yang terlibat beberapa jenis tindak pidana yang berdampak pada terciptanya konflik sosial.

“Setelah program Inovasi Rumbai Koteka berjalan, pengendalian sosial pada perilaku kekerasan berhasil dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka kriminalitas yang dilakukan oleh anak  pada tahun 2017 terjadi 40 kasus dan pada tahun tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 10 kasus,” jelas Kapolda.

Dikatakan bahwa, implementasi program tersebut sebelumnya melalui pendekatan dengan berbagai tokoh berdasarkan kearifan lokal yang hidup di masyarakat Kokoda.

“Dalam hal ini, inovator melakukan pendataan jumlah anak Kokoda yang putus sekolah, tidak mampu dan buta aksara,”katanya.

Kemudian membangun komunikasi dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Kelurahan Klawasi, salah satu upaya strategis yang di ambil yakni membuat Rumah belajar Parmanen dan Non Parmanen

“Kegiatan yang dilakukan di rumah belajar dengan pengenalan calistung (baca tulis hitung) pendidikan karakter, pelatihan dan ketrampilan.

Program ini dibantu Yayasan Kesehatan Masyarakat dan Sekolah Mustjahidin untuk program kelas jauh. Adapun buku bacaan diperoleh dari para relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

“Saat ini rumah belajar telah berkembang dan berada pada tiga lokasi di Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat dengan jumlah murid sebanyak 120 orang,” ujarnya.

Kapolda berharap, kedepan untuk keberlanjutan Program inovasi Rumbai Koteka, diperlukan sejumlah program lain yakni, kerja sama antara Polri dan Sekolah Mjustjahidin.

“Adanya komitmen dan dukungan pimpinan, melanjutkan kolaborasi antara para penggiat dan komunitas literasi, Berkolaborasi dengan pihak Pemda” katanya sembari menambahkan bahwa

“Menggandeng Dinas Pendidikan untuk mendukung keberlanjutan rumah belajar, Menambah jumlah tenaga pengajar, Melakukan penambahan program pelatihan” ujarnya.

Meski demikian, kata Kapolda Papua Barat bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan menggunakan metode tatap muka dan memperhatikan Protokol kesehatan.

“Bhabinkamtibmas selaku inisiator mengurangi jam belajar yang awalnya 2 jam dikurangi satu jam pada Sore” katanya.

Bripka Sandry Yusuf Rante Datu selaku Bhabikamtibmas mengatakan, program yang digagas sejak Tahun 2017 tersebut mendapatkan berbagai kendala, salah satunya adalah perpindahan Orang Tua dari satu tempat ke tempat lain atau Saat orang tua hendak ke kebun kerap diikuti oleh anak-anak.

“Ini yang jadi kendalah selama ini sehingga kami sulit memantau perkembangan qnak-anak”kata Bripka Yusuf yang pernah menerima Penghargaan Pin Emas dari Mantan Kapolri, Jendral Polisi Idham Azis.

Kata dia ada perubahan secara signifikan terhadap pola pikir masyarakat sejak Program ini berlangsung.

Selama ini kata Yusuf, anak-anak usia 6 sampai 10 Tahun yang ikut didik di rumah baca Rumbai Koteka ketika sudah mengenal huruf, tulis baca dan hitung akan direkomendasikan sekolah lanjutan formal di SD Musjahidin.

“Jadi SD Musjahidin inilah yang menampung Anak-anak setelah di evaluasi” kata Yusuf yang dijanjikan Kapolda akan diberikan penghargaan mengikuti jenjang Pendidikan Perwira.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Biro Rena Polda Papua Barat, Kombes Pol. S. Budi Prasetiyo, sejumlah perwakilan Yakesma serta perwakilan SD Musjahidin Sorong.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *