Papua Barat

Kapolda Rangkul Ormas, Ajak Jaga Persatuan dan Stabilitas Kamtibmas

236
×

Kapolda Rangkul Ormas, Ajak Jaga Persatuan dan Stabilitas Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, SIK bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Papua Barat usai kegiatan tatap muka di Ballroom Aston Niu Manokwari, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Barat. FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kapolda Papua Barat Alfred Papare menggelar tatap muka bersama organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Papua Barat di Ballroom Aston Niu Manokwari, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Papua Barat serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan dari sejumlah daerah di Papua Barat.

Forum dialog itu diawali dengan sambutan Ketua Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Mambeuw, yang menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua Barat atas terselenggaranya kegiatan tatap muka sebagai ruang komunikasi dan penyampaian aspirasi masyarakat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, SIK bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Papua Barat dalam kegiatan tatap muka yang digelar di Manokwari, Jumat (15/5/2026).FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

Menurut Ronald, forum seperti itu penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Forum ini menjadi wadah yang baik untuk mempererat hubungan antara ormas dan kepolisian serta bersama-sama menjaga situasi Papua Barat tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan ormas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak penyebaran hoaks dan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan masyarakat. Mereka turut menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua serta program pembangunan pemerintah.

Selain itu, para perwakilan ormas menyampaikan kebanggaan atas kepemimpinan Kapolda Papua Barat yang merupakan putra asli Papua dan berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program-program kepolisian maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Alfred Papare menegaskan bahwa institusi kepolisian terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat demi perbaikan pelayanan publik.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan terhadap anggota Polri, khususnya putra-putri Papua yang direkrut melalui jalur Otsus dan Noken, terus dilakukan untuk membentuk personel yang disiplin dan profesional.

Dalam sambutannya, Alfred turut menyinggung rencana pemutaran film “Pesta Babi” di Manokwari. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sepanjang tidak melanggar hukum dan telah melalui proses sensor sesuai ketentuan yang berlaku.

“Papua Barat dibangun di atas keberagaman dan nilai-nilai adat yang harus dijaga bersama,” kata Alfred.

Kapolda juga mengingatkan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi Papua Barat, mulai dari penyalahgunaan narkoba, gangguan ketertiban oleh anak muda, konflik sosial antarwarga, hingga penyebaran ujaran kebencian dan hoaks di media sosial.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik.

Menurut Alfred, Polda Papua Barat tetap menghormati kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum selama dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Gadug Kurniawan mengatakan kegiatan tatap muka bersama ormas merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

“Sinergitas antara Polri dan organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah,” ujar Gadug.

Kegiatan kemudian ditutup dengan deklarasi bersama seluruh organisasi kemasyarakatan se-Papua Barat sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *