Papua Barat

Kasus Baru, Covid-19 Papua Barat Tambah Lima Orang

273
×

Kasus Baru, Covid-19 Papua Barat Tambah Lima Orang

Sebarkan artikel ini

Vaksinasi Covid-19 yang digelar Alumni Akabri ”90 di Terminal Wosi Manokwari, Selasa 31 Agustus 2021. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kasus aktif COVID-19 di Provinsi Papua Barat, naik mencapai menjadi 36 orang, jumlah ini bertambah lima kasus baru pada Rabu 29 Juni 2022 dari jumlah sebelumnya, Selasa 28 Juni 31 orang.

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Satuan Tugas COVID-19 Rabu malam merilis, penambahan lima orang positi, adalah dari Kabupaten Fakfak dua orang, Kabupaten Teluk Bintuni satu orang, Kabupaten Manokwari satu orang, dan Kota Sorong satu orang.

‘’Gambaran situasi COVID-19 Papua Barat update Rabu 29 Juni 2022 ada tambahan 5 (lima) positif berasal dari Fakfak (2),Teluk Bintuni (1), Manokwari (1) dan Kota Sorong (1),’’ tulis Juru Bicara Covid-19 Papua Bara dokter Arnold Tiniap dalam siaran pers  Rabu (28/6/2022) malam.

‘’Pemeriksaan suspek di Fakfak hasil screening di Makassar, Kabupaten Teluk pemeriksaan suspek di BP Bintuni, Manokwari  hasil pemeriksaan suspek di Jakarta, dan Kota Sorong satu orang hasil Screening di Bekasi,’’ sambung Direktur RSUD Pemda Provinsi Papua Barat.

Menurut Arnold Tiniap sampai Rabu (28/6/2022) data akumulatif orang yang diperiksa di Papua Barat berjumlah 431.983 orang yang negative 400.327 orang (92,7%) dan yang positif 31.656 orang (7,3%).
Lanjut dokter Arnold, bahwa sampai Rabu masih terdapat enam daerah kasus aktif di Papua Barat, yaitu Kabupaten Manokwari tiga orang, Kota Sorong empat orang, Kabupaten Teluk Bintuni 22 orang, Kabupaten fakfak lima orang, Kabupaten Sorong satu orang, dan Kabupaten Kaimana satu orang.

‘’Sehingga total kasus aktif di Papua Barat 36 orang,’’ jelas dokter jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makasar ini.

Pandemi ini masih berlangsung, belum selesai, dokter Arnold menambahkan meskipun situasi cenderung lebih baik, tetapi belum diketahui pasti kapan wabah ini akan berakhir.

‘’Kita tetap waspada, karena virus ini akan selalu bermutasi dan menghasilkan generasi (varian) baru yang bisa lebih lemah atau sebaliknya, lebih ganas. Untuk mengendalikan situsi ini, hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan, danvaksinasi,’’ ujarnya mengingatkan.

Imbaunya, protokol kesehatan bertujuan melindungi dari luar, agar tidak terpapar atau terinfeksi, sedangkan vaksinasi bertujuan melindungi kita dari dalam, apabila terpapar tubuh telah memiliki kekebalan (imunitas) mengatasi infeksi.

‘’Kita berharap semoga dengan segala upaya yang dilakukan dan dengan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya tersebut, disertai doa permohonan kepada Tuhan, kita semua bisa
melewati pandemi ini,’’ pintahnya.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *