Papua Barat

Kasus Penyerangan Kramongmongga Belum Tuntas, Kasi Pidum Kejari Fakfak : Berkasnya Akan Dikembalikan Lagi

338
×

Kasus Penyerangan Kramongmongga Belum Tuntas, Kasi Pidum Kejari Fakfak : Berkasnya Akan Dikembalikan Lagi

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Negeri Fakfak
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Fakfak, Sebastian P. Handoko, SH. Selasa (5/12/2023). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Berkas Perkara (BP) kasus penyerangan yang diwarnai aksi pembakaran SMP Negeri 4 Kokas di Kramomongga, Pembakaran dan Pengrusakan Kantor Distrik Kramomongga, panggung upacara 17 Agustus, pembakaran kendaraan dan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Darson Hegemur (mantan Kepala Distrik Kramomongga), belum juga tuntas.

Kejadian yang menelan korban jiwa (Darson Heregmur) terjadi di bulan Agustus 2023 tepatnya tanggal 15, kurang lebih 4 bulan kasus ini belum juga tuntas di tangan penyidik Kepolisian.

Dalam penyidikan kasus kramomongga, penyidik Kepolisian (Polda Papua Barat dan Polres Fakfak) telah menetapkan  tersangka dan para pelaku lain yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Fakfak, Sebastian P. Handoko, S.H., yang dikonfirmasi papuadalamberita.com. atas perkembangan kasus Kramongmongga, mengatakan, penanganan kasus penyerangan, pembakaran dan penganiayaan yang terjadi di Kampung Kramongmongga Distrik Kramongmongga masih belum tuntas.

Menurut Bastian sapaan akrabnya, dari penelitian berkas perkara yang dilimpahkan tahap 1, Jaksa peniliti menilai penyidik belum melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk Jaksa sehingga untuk pembuktian masih belum cukup kuat untuk diangkat di Persidangan walaupun syarat minimal sudah.

“Belum dilengkapi petunjuknya, sehingga pembuktian masih belum cukup kuat untuk diangkat di persidangan tapi syarat minimal sudah ada sih petunjuknya, cuman memang kurang beberapa pendukung alat bukti yg ada saja untuk kita berjaga – jaga supaya tidak salah dalam membawa orang ke persidangan,” jelas Kasi Pidum Kejari Fakfak, Sebastian Sebastian P. Handoko, melalui kontak WhatsAap, Selasa (5/12/2023).

“Sebenarnya Jumat kemarin pengembalian tetapi mereka (penyidik) tidak datang jadi rencana besok (Rabu, 6/12/2023) akan kami antar berkasya ke penyidik di Polres Fakfak,” ujar Sebastian.

Dikatakan, belum dilengkapinya berkas perkara sesuai petunjuk Jaksa peneliti sehingga 8 berkas perkara dengan 8 tersangka dalam kasus ini akan segera dikembalikan untuk dilengkapi lagi oleh penyidik.

“8 berkas perkara dengan 8 tersangka berinisial VPK, FK, HI, ASK, AK, YK, AK dan YK akan dikembalikan Jaksa peneliti agar penyidik dapat melengkapi lagi berkas perkara tersebut sesuai petunjuk Jaksa,” ujar Sebastian P. Handoko kepada media ini.

Para tersangka yang hingga saat ini masih jalani penahanan oleh penyidik Polres Fakfak ini dijerat dengan pasal 340 KUHP jo, pasal 338 KUHP jo. pasal 170 ayat (2) ke -3e, KUHP jo. pasal 351 ayat (3) KUHP jo. pasal 187 jo pasal 55, 56 KUHP dan pasal 106 jo, pasal 108 jo, pasal 110 dan atau pasal 2 ayat (1) Undang – Undang nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara, tutup Sebastian.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *