Papua Barat

Kemarau Panjang, ASN Papua Barat Diingatkan Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

489
×

Kemarau Panjang, ASN Papua Barat Diingatkan Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebarkan artikel ini
Asisten III Sekretariat Daerah Papua Barat, Otto Parorongan, mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua Barat di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Senin (10/8/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Papua Barat, Otto Parorongan, saat memimpin Apel Gabungan ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat, Senin (10/8/2026). Otto hadir mewakili Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si.

Otto secara khusus mengingatkan ASN yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Puntung rokok yang masih menyala atau belum sepenuhnya padam dapat menjadi salah satu sumber pemicu kebakaran ketika dibuang di lahan yang kering.

“Dalam beberapa bulan terakhir kita menghadapi musim kemarau dan cuaca panas. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya sampaikan kepada kita semua yang merokok, jangan buang puntung rokok di sembarang tempat,” kata Otto saat apel.

Ia meminta setiap perokok memastikan puntung rokok telah benar-benar padam sebelum dibuang.

Menurut Otto, kondisi vegetasi dan lahan yang kering selama periode kemarau dapat meningkatkan risiko api cepat menjalar.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat, termasuk ASN, diperlukan untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi karhutla.

“Pastikan puntung rokok sudah mati sebelum dibuang. Kalau dibuang di lahan yang kering, bisa memicu kebakaran,” ujarnya.

Otto mengatakan kondisi kemarau panjang dan peningkatan suhu perlu diantisipasi bersama. Selain aktivitas manusia, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan kerentanan ekosistem hutan dan lahan terhadap kebakaran.

Ia mengajak ASN menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan terbuka maupun sekitar kawasan hutan.

“Saya imbau kepada kita semua yang merokok, pastikan puntung rokok dimatikan sebelum dibuang,” katanya.

Otto bahkan menyarankan agar masyarakat meninggalkan kebiasaan merokok karena selain berdampak terhadap kesehatan, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi menjadi sumber api.

“Kan lebih bagus lagi kalau tidak merokok,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Kewaspadaan terhadap sumber api selama musim kemarau menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan hutan di Papua Barat.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *