Papua Barat

Ketua DPR Papua Barat Soroti Pengeroyokan Siswa di SMA Taruna Kasuari Nusantara

146
×

Ketua DPR Papua Barat Soroti Pengeroyokan Siswa di SMA Taruna Kasuari Nusantara

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, S.IP yang ditemui wartawan di Aston Hotel Manokwari, Senin (23/3/2026).FOTO: JAGATPAPUA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ketua DPR Provinsi Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyoroti serius dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat.

Ia menilai peristiwa tersebut sebagai insiden besar yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

Menurutnya, jumlah korban dalam peristiwa tersebut mencapai sekitar 14 siswa, menjadikannya sebagai kasus paling besar yang pernah terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

“Ini kasus yang paling besar, dengan korban sekitar 14 orang. Ini sangat kita sayangkan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa perkelahian antar pelajar kerap terjadi, baik di dalam maupun antar sekolah. Namun, kejadian kali ini dinilai memiliki tingkat keseriusan yang lebih tinggi sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Ketua DPR Papua Barat menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, terutama terkait pola pembinaan dan hubungan antara siswa senior dan junior.

“Dinas Pendidikan harus segera melihat dan mengevaluasi sistem yang ada. Jangan sampai sistem itu justru mendorong terjadinya kekerasan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan, khususnya yang mengusung konsep taruna, seharusnya tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, serta sikap saling menghormati antar siswa.

“Pendidikan itu harus membentuk karakter yang baik, senior memberi teladan, junior menghargai. Bukan sebaliknya terjadi kekerasan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tujuan utama orang tua menyekolahkan anak di lembaga pendidikan adalah untuk mendapatkan pembinaan yang baik dan mempersiapkan masa depan, bukan justru menjadi korban kekerasan.

“Orang tua tidak menginginkan anaknya jadi korban. Mereka ingin anak dididik untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

DPR Papua Barat, lanjutnya, akan turut mengambil peran dalam mengawal penanganan kasus ini serta mendorong dinas terkait untuk bertindak cepat dan serius dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia menegaskan bahwa evaluasi sistem pendidikan di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini,” tutupnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *