fbpx
Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Ustadz  KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D dan Ketua MUI Papua Barat KH Ahmad Nausrau (membelakangi kamera) pada... KH Muhammad Cholil Ajak Umat Muslim Manokwari Pahami Perbedaan, Jaga Kedamaain

Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Ustadz  KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D dan Ketua MUI Papua Barat KH Ahmad Nausrau (membelakangi kamera) pada Tabligh Akbar di Masjid Ridwanul Bahri Manokwari, Ahad (8/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Dai kharismatik Ustadz  KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, pada tabligh akbar yang dihadiri ratusan umat muslim Manokwari Papua Barat, Ahad (8/3/2020), mengajak umat muslim Manokwari untuk memahami perbedaan dan menjaga kedamaian di Manokwari Papua.

Umat muslim Manokwari  dari berbagi kalangan antusias menyimak taushiyah Ketua Komisi  Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustad KH. Muhammad Cholil  Nafis di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Wakil Bupati Manokwari Sebut Taushiyah KH Muhammad Cholil Penting Dicermati Umat Muslim

‘’Indonesia dengan mayoritas umat islam disitulah harus ada kedamaian, kalau ada umat islam yang membuat onar itulah umat islam yang tidak mengerti dengan Islam, tidak paham tentang islam. Agama Islam artinya damai, jadi kalau kita sudah masuk islam artinya kita sudah masuk pada kedamaian,’’ katanya pada tabligh akbar yang dihadiri Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Ketua MUI Papua Barat, KH  Ahmad Nausrau, Ketua Muhamadiya Papua Barat, H DR Mulyadi Jaya,  Ketua BKPMRI Papua Barat, H Mugiyono, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, KH Sulton.

Ustad KH. Muhammad Cholil Nafis atau biasa disapa Kiyai Cholil mencontohkan ISIS.  ISIS adalah umat muslim yang tidak paham dengan islam.

‘’Jihad tidak semuanya membunuh, Ibu bapak mencari nafkah di jalan Allah itu jihad, ibu bapak menghilangkan kebodohan itu jihad,  ibu bapak memerangi korupsi itu jihad, Pak wakil bupati Manokwari menata kota Manokwari itu adalah jihad, Ketua MUI Papua Barat menata masyarakat, menghilangkan kebodohan, memajukan umat Islam itu jihad, Jadi jihad itu tidak ada hanya pada perang,’’  ujar KH Muhammad Cholil.

Ustadz  KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D pada Tabligh Akbar di Masjid Ridwanul Bahri Manokwari, Ahad (8/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

Islam membawa damai, misalnya Assalamualaikum yaitu kebaikan bagi kamu. Artinya jika umat musli bertemu dengan siapapun berikan kebaikan, ucapkan keselamatan,  kalau umat diberikan kebaikan dari orang lain, umat juga membalas kebaikan kepada orang lain.

‘’Kadang sesama musli perang sesama Islam, komplain sesama Islam, sesame islam ribut,  misalnya soal jenggot, yang satu jenggotan, yang satu nggak (tidak) jenggotan diprsoalkan, ini sunah, tetapi kenapa sunnah diributkan,’’ kata KH Muhammad Cholil mencontohkan.

Kepada pemuda dan pelajar memikirkan bagaimana menjadi orang pintar, bagaimana menjadi orang alim, bagaimana dapat menjadi orang sukses , itu yang dipikirkan pelajar dan adik-adik supaya dapat meneruskan pembangunan.

Persoalan perbedaan saling menyalahkan itu harus dihilangkan karena tidak produktif. Hilangkan perbedaan-perbedaan itu.

‘’Banyak umat Islam dicekoki dengan narkotika, obat-obatan, minuman keras, seks beba s itu yang harus diperanggi, generasi dan anak-anak harus diselamatkan itu jihad namanya,’’ pesannya.

Menjaga persatuan dan kesatuan, Manokwari yang damai, yang enak, yang nyaman, saling memahami dan mengerti walau dari berbagai suku, beda karakter,  beda pendidikan. Tetapi sama-sama bineka tunggal ika.

‘’Bukan saling menggubah, tetapi saling memahami perbedaan. Tidak perlu merubah, tetapi saling memahami, konsep berikutnya adalah persaudaraan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),’’ tegasnya.

Tabligh Akbar di Masjid Ridwanul Bahri Manokwari, Ahad (8/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

 Ketua MUI Papua Barat KH Ahmad Nausrau mengatakan, bagaimana menjaga ukhuwa islamia, membangkitkan ekonomi umat islam dan bagaimana membawa generasi muslim ke depan.

“Untuk itu peserta tabliq akbar hendaknya benar-benar menyimak, memahami tausiyah yang dibawakan kiaiyh Cholil.

Ketua Panitia Tablik Akbar, H Mugiyono mengajak umat muslim Manokwari pada tabliqh akbar yang dihelat MUI Papua Barat bersyukur karena umat memperoleh tausiyah yang dapat mempertebal keimanan umat muslim.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!