Papua Barat

KKB Biadab, Keluarga Korban dan Pemda Papua Barat Kutuk Pelaku Penembakan

482
×

KKB Biadab, Keluarga Korban dan Pemda Papua Barat Kutuk Pelaku Penembakan

Sebarkan artikel ini

Jenazah korban penembaka oleh KKB yang mau dipulangkan ke Makassar Sulawesi Selatan tadi pagi di Bandar Udar Rendani Manokwari, Papua Barat Ahad (2/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBN.

Asisten II yang ditemui wartawan di Cargo Bandar Udara Rendani, Ahad (2/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Penembakaan, pembakaraan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap pekerja jalan trans Kabupaten Bintuni – Maybrat Papua Barat Kamis (29/9/2022) dinilai sebagai perbuatan biadab, tidak berprikemanusiaan.

Baca juga: Pemda Papua Barat Santuni, Fasilitasi Pengiriman Jenazah Korban Penembakan KKB ke Daerah Asal

Baca juga Sepenggal Catatan Seorang Jurnalis, OPM, Separatis dan OTK

Pernyataan keras itu ditegaskan Aissten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Warinussa, Ketua KSS Kabupaten Manokwari dan Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua, Waraney Kabupaten Manokwari kepada wartawan terpisah-isah saat melepas keberangkatan jenazah di bagian Cargo Bandar Udara Rendani, Manokwari Ahad (2/10/2022).

Ketiganya menyebutkan, aksi ‘biadab’ yang menelan empat korban nyawa manusia tidak bersalah itu sebagai perbuatan yang tidak manusiawi.

‘’Mendengar terjadi kejadian ini bapak gubernur, ketua DPRD mengutuk keras kejadian Ini masalah kemanusiaan, memang sadis, dan saya sendiri merasa perbuatan di luar perikemanusiaan ,sangat disayangkan,’’ tegas Warinussa.

Asisten II mengatakan, persoalan seperti ini telah terjadi beberapa kali di Papua Barat, mulai dari kejadian di Pos Ramil Kisor, Maybrat sampai kejadian sekrang lagi.

‘’Kami berharap nanti koordinasi dengan Forkopimda bersama TNI, Polri untuk membahas tindak lanjutnya menyikapi situasi ini,’’ ujar Melkias.

Melkias mengatakan, pemerintah daerah meminta keluarga besar KKSS Manokwari, keluarga besar Minahasa, Manado untuk tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax.

‘’Kami menyampaikan bela sungkawa yang dalam, keluarga bersabar, kita serahkan penyelesaiaan kasusnya kepada aparat keamanan untuk menindaklanjuti , karena ini tugas aparat keamanan,’’ ujarnya.

Ketua Waranei Kabupaten Manokwari Boy Leleh saat ditemui wartawan Ahad (2/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

Ditemui wartawan di ruang Cargo Bandar Udara Rendani, Ketua Kerukunan Keluarga kawanua, Waranei Kabupaten Manokwari Boy Leleh mengatakan, sebagai anggota dan keluarga Kawanua sama-sama sepenanggungan menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya.

‘’Jadi kita di tanah rantau kita turut sedih dan berduka cita. Keluarga Manado sangat-sangat tidak terima atas kejadian ini, kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberi semua apel terbaik,’’ ujar Boy sedih.

Keluarga Kawanua Manokwari mengucapkan terima kasih kepada Pemda Papua Barat atas bantuan memulangkan korban dan santunan yang diberikan kepada keluarga almarhum.

‘’Semoga bantuan Pemda Papua Barat uang yang telah diserahkan sampai ke keluarga karena keluarga korban juga sangat membutuhkan,’’ jelas Boy.

Boy menambahkan almarhum telah berkeluarga namun belum memiliki anak. Ia ke Papua Barat niatnya hanya satu kerja untuk nafkahi keluargamya.

‘’Proses hukum kita serahkan pada aparat kepolisian yang selalu menjaga kita di Papua dan Papua Barat,’’ katanya.

Ketua KKSS Kabupaten Manokwari H Abdul Rahman Manganti saat ditemui wartawan Ahad (2/10/2022). Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

Ketua KKSS Kabupaten Manokwari H Abdul Rahman Mangati mengatakan, pasti semua orang siapaun Ia tidak menerima pembantaian seperti ini.

‘’Pembantaian ini tidak ada yang menerima ini terkutuk dan biadab,’’ ujar Rahman kepada wartawan di Cargo Bandar Rendani Manokwari, Ahad (2/10/2022).

Selaku Ketua KKSS memnita kepada keluarga tidak melakukan tindakan negatif lain atas insiden ini, semuanya dipercayakan kepada pihak kepolisian.

‘’Jangan berbuat sesuatu, karena kalau kita berbuat dia punya orang kita mau kejar ke mana,’’ pesqan Rahman.

‘’Kami juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, TNI Pemda Papua Barat yang telah menagani kasus ini mulai dari tempat kejadian hingga tiba di Manokwari,’’ sambung Rahman.

Ia mengatakan,persoalan seperti ini sering terjadi dari waktu ke waktu, Ia mengharapkan pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang bekerja di luar dari keramaian harus dikawal.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *