Papua Barat

Lapangan Bola Stadion 16 November Bagaikan Kolam Ikan, Laga Polres Fakfak FC vs PWI FC Ditunda

493
×

Lapangan Bola Stadion 16 November Bagaikan Kolam Ikan, Laga Polres Fakfak FC vs PWI FC Ditunda

Sebarkan artikel ini

Kondisi Lapangan Bola Stadion 16 November Disaat Hujan Ketika Pertandingan Antara Lapas FC vs Kejaksaan FC, Dalam Rangka Hari Adhyakasa ke – 62. Selasa 12 Juli 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

Kondisi Lapangan Bola Stadion 16 November Terendam Air Ketika Hujan Saat Berlangsungnya Pertandingan Bola Dalam Rangka Hari Adhyaksa ke – 62. Selasa 12 Juli 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pertandingan sepak bola memperingati Hari Adyaksa ke -62 yang jatuh pada 22 Juli 2022, Kejaksaan Negeri Fakfak menggelar pertandingan sepak bola yang dibuka secara resmi pada Selasa (12/7/2022).

Pertandingan awal antara Lapas FC vs Kejaksaan FC yang direncanakan berlangsung pada 08.00 WIT akhirnya molor akibat hujan deras yang mengakibatkan lapangan Stadion 16 November bagaikan kolam ikan.

Walaupun lapangan sepak bola Stadion 16 November terendam air, pertandingan sepak bola antara Lapas FC vs Kejaksaan tetap berlangsung dibawah guyuran hujan, Kedua keseblasan ini tidak dapat menunjukan permainan yang cantik karena kondisi lapangan yang terendam air.

Pertandingan kedua kesebelasan tetap berlanjut hingga babak kedua berakhir namun pertandingan lanjutan antara Pengadilan FC vs ASN Patra Setda dan pertandingan di group B  antara Polres Fakfak FC vs PWI FC akhirnya ditunda karena kondisi lapangan sudah bagaikan kolam ikan.

Untuk pertandingan tunda Pengadilan FC vs ASN Patra Setda dan pertandingan di group B antara Polres Fakfak vs PWI FC, direncanakan akan berlangsung Rabu (13/7/2022) bila kondisi Stadion 16 November tidak lagi tergenang air.

Polres Fakfak FC dengan pelatih Kasat Reskrim Polres Fakfak, IPTU. Handam Samudro, STK.,S.IK., akan menurunkan para pemain muda Bintara Pori yang baru lulus pendidikan Polisi.

Walaupun turun dengan kekuatan tenaga muda, PWI Fakfak FC dengan manager Enrico Letsoin (ketua PWI Fakfak) dan kapten sebelasan Irfan Boiratan wartawan kabar kita.com., akan menghadang kekuatan pemain Bintara Polri ini, dengan kekuatan pemain -pemain yang tak diragukan dilapangan hijau.

Kondisi Stadion 16 November Fakfak yang telah membuat laga ini ditunda, memang harus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Fakfak karena disaat hujan lapangan ini menjadi langganan terendam air karena pembuangan air atau drainase lapangan yang buruk selain itu beberapa fasilitas juga rusak.

Salah satu masyarakat Fakfak saat menyaksikan laga Lapas FC vs Kejaksaan FC, memangakui, lapangan Stadion 16 November sering terendam air di saat hujan deras, hal itu disebabkan buruknya drainase lapangan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak harus juga memberikan perhatian untuk saran olah raga ini agar kedepan Markas Persifa Fakfak ini dapat berfungsi dengan baik guna mencetak atlit olah raga cabang bila kaki di daerah ini.

Lapangan ini dulunya bernama lapangan sepak bola Puncak Onim, namun dimasa kepemimpinan mantan Bupati Wahidin Puarada, lapangan ini direnovasi total dengan daya tampung kurang lebih 5.000 orang, setelah direnovasi total lapangan ini berganti nama menjadi Stadion 16 November, nama ini sesuai dengan hari jadi Kota Fakfak.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *