PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Papua Barat untuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan. Hingga Senin (10/8/2026), progres latihan telah mencapai sekitar 85 persen.

Pelatih Paskibraka Papua Barat dari Kodam XVIII/Kasuari, Sertu Hendrigo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil latihan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) hingga latihan di tingkat pusat yang dipusatkan di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari.
“Progres latihan saat ini sudah sekitar 85 persen. Untuk mencapai 100 persen, itu nanti pada saat hari-H pelaksanaan,” kata Hendrigo kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin.
Ia mengatakan, latihan terus dilakukan secara konsisten sesuai dengan standar kepelatihan yang telah ditetapkan. Dalam sehari, para anggota Paskibraka menjalani dua sesi latihan.
Latihan pagi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIT. Sementara sesi kedua dilaksanakan pukul 14.00 hingga 17.00 WIT.
Dalam setiap sesi, para peserta menjalani latihan pengibaran dan penurunan bendera. Evaluasi dan koreksi terhadap kesalahan juga dilakukan di sela-sela latihan.
“Evaluasi dilakukan secara berkala, terutama untuk mengoreksi kesalahan yang ditemukan selama latihan,” ujarnya.
Hendrigo mengungkapkan, salah satu tantangan dalam latihan saat ini adalah proses penyesuaian Pasukan 45 yang baru bergabung dalam rangkaian latihan.
Pasukan 45 harus menyelaraskan ritme gerakan dengan anggota lainnya yang telah lebih dahulu menjalani latihan di sejumlah lokasi, termasuk di BPMP dan area simulasi formasi.
“Pasukan 45 masih dalam proses penyesuaian karena baru bergabung. Mereka harus menyelaraskan ritme dengan anggota lain yang sudah lebih dulu berlatih,” kata Hendrigo.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pelatih meningkatkan intensitas koordinasi dan latihan. Hal itu dilakukan agar seluruh anggota pasukan memiliki gerakan yang seragam, kompak, dan konsisten saat menjalankan tugas pada hari pelaksanaan.
Hendrigo menjelaskan, Pasukan 45 merupakan gabungan personel dari unsur TNI dan Polri. Unsur tersebut terdiri dari personel Kodam, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Brimob.
Sementara itu, petugas penjaga tiang bendera berjumlah empat orang. Komposisinya terdiri dari tiga personel dari matra TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta satu personel Brimob.
Adapun nama-nama petugas yang akan menjalankan tugas utama dalam upacara, seperti pembawa baki untuk upacara pagi dan sore, pengerek, pengibar, serta pembentang bendera, telah disiapkan oleh tim pelatih.
“Nama-nama untuk pembawa baki pagi dan sore, pengerek, pengibar, dan pembentang sudah kami siapkan dan kantongi. Nanti akan diumumkan pada waktunya,” ujarnya.
Selain pemantapan latihan, anggota Paskibraka Papua Barat juga dijadwalkan mengikuti prosesi pengukuhan pada 15 Agustus 2026 sore.
Pengukuhan tersebut direncanakan berlangsung di Gedung PKK Papua Barat.
Hendrigo mengatakan, tim pelatih yang bertugas mempersiapkan Paskibraka Papua Barat terdiri dari lima orang pelatih dari Kodam XVIII/Kasuari.
Ia memastikan latihan akan terus dilakukan hingga mendekati hari pelaksanaan upacara agar seluruh anggota Paskibraka siap menjalankan tugas dengan maksimal.(rustam madubun)













