fbpx
Ketua Komisi B DPRD kabupaten Maybrat, Sebastian Bame (Foto Antara Papua Barat / Ernes Kakisina) PAPUADALAMBERITA.COM.SORONG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat meminta... Legislator Minta Pemkab Maybrat Kurangi Belanja Pegawai

Ketua Komisi B DPRD kabupaten Maybrat, Sebastian Bame (Foto Antara Papua Barat / Ernes Kakisina)

PAPUADALAMBERITA.COM.SORONG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat meminta pemerintah daerah setempat agar mengurangi belanja pegawai dan memperbanyak program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD kabupaten Maybrat, Sebastian Bame di Sorong, Selasa, memberikan apresiasi kepada Bupati Maybrat yang menyerahkan kendaraan dinas kepada pegawai negeri sipil pekan lalu, guna mendukung kelancaran pelayanan bagi masyarakat.

Hanya saja, menurut dia, tingkat aktivitas PNS kabupaten Maybrat di kantor sangat minim. Masih terdapat PNS yang masuk kantor pada waktu-waktu tertentu dan menghilang hingga waktunya menerima upah baru kembali ke kantor.

“Padahal tugas pegawai negeri sipil untuk melayani masyarakat setiap hari sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun masih ada PNS yang benar-benar setia untuk melayani masyarakat Maybrat,” ujarnya.

Karena itu, Sebastian Bame yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Maybrat, meminta pemerintah daerah untuk mengurangi belanja pegawai terutama pengadaan kendaraan dinas bagi pegawai selagi kinerja pelayan bagi masyarakat belum maksimal.

Dikatakan, sebaiknya pemerintah kabupaten Maybrat melakukan pengadaan kendaraan untuk transportasi umum bagi masyarakat dari satu Distrik ke Distrik yang lain lebih bermanfaat daripada pengadaan mobil dinas pegawai. Sebab kabupaten Maybrat kekurangan transportasi umum yang menghubungkan Distrik.

Ia menyampaikan bahwa transportasi yang mudah bagi masyarakat setempat adalah ojek, hanya saja jasa ojek masih mahal dan tidak semua masyarakat memanfaatkan jasa ojek karena penghasilan terbatas.

“Apabila pemerintah daerah menyediakan transportasi umum yang menghubungkan kecamatan, bukan saja masyarakat bisa yang nikmati tetapi juga pegawai negeri sipil ,” ujarnya.

Sebastian menambahkan bahwa belanja pegawai dikurangi sebagai langkah efisiensi anggaran daerah guna memperbanyak program pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat.(ant)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!