PAPUADLAMBERITA.COM.MANOKWARI – Jasad seorang perempuan yang ditemukan di bagasi mobil Toyota Kijang Inova saat hendak dimakamkan di TPU Kristen Pasir Putih, Sabtu (29/11/2025), kini disimpan di ruang kadaver RS Bhayangkara Polda Papua Barat.
Baca juga: Sabtu Pagi di Kuburan Pasir Putih, Mayat Wanita di Mobil Innova, Penggali Kubur Kaget
Baca juga: Polresta Selidiki Kematian Perempuan Dalam Mobil Inova
Ruang kadaver adalah fasilitas penyimpanan jenazah bersuhu rendah guna memperlambat proses pembusukan.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Agung Gumar Samosir menjelaskan kepada wartawan, Senin (1/12/2025), bahwa polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah tiga orang berinsial L, BC dan FAG yang membawa jenazah tersebut, mereka adalah ayah, ibu, dan anak serta pemilik Wisma Jaya di belakang Pasar Wosi, Manokwari.
“Jenazah sebelumnya disimpan di ruang tengah rumah mereka,” ujarnya.
Hingga kini belum ada penetapan tersangka dan belum dapat dipastikan apakah ada unsur tindak pidana.
“Jika ditemukan kejanggalan dari hasil pemeriksaan, akan kita telusuri lebih lanjut,” kata Kasat.
Polisi telah memeriksa sekitar enam saksi, yaitu pasangan suami-istri dan anak yang membawa jenazah, seorang pembantu, serta pemilik mobil rental yang disewa keluarga itu.
Ketiga orang yang berada dalam mobil bersama jenazah mengaku perempuan tersebut adalah pembantu rumah tangga yang bekerja dengan mereka sejak sekitar tahun 2020.
Korban disebut direkrut dari salah satu yayasan di Surabaya setelah pandemi COVID-19.
Kasat menjelaskan bahwa belum dapat dipastikan penyebab kematian.
“Kemarin sudah dilakukan visum, tetapi jenazah sudah membusuk sehingga RSUD Manokwari tidak bisa memastikan adanya luka atau penyebab kematian,” jelasnya. Karena itu, seorang dokter forensik dari Jayapura akan didatangkan untuk melakukan otopsi di RS Bhayangkara.
Korban diperkirakan meninggal pada 26 November 2025, atau sekitar empat hari sebelum rencana pemakaman.
Selama itu jenazah berada di ruang tengah rumah majikannya, sebelum kemudian dibawa ke pemakaman.
Keluarga tersebut sempat menunda pemakaman karena tidak memiliki peti dan harus mencari pinjaman.
Polisi juga masih menelusuri keluarga korban di Surabaya.
“Keterangan dari Ibu majikan, korban diambil dari salah satu yayasan di Surabaya dan disebut tidak memiliki keluarga. Namun tetap akan kami cek,” kata AKP Agung.
Untuk sementara jenazah dipindahkan dari RSUD Manokwari ke RS Bhayangkara karena fasilitas penyimpanan mayat lebih memadai.
Proses otopsi akan dilakukan di rumah sakit tersebut untuk memastikan penyebab kematian.(rustam madubun)












