Papua Barat

Menjaga Pasokan Saat Kemarau, Petani Bomberay–Tomage Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Fakfak

309
×

Menjaga Pasokan Saat Kemarau, Petani Bomberay–Tomage Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Fakfak

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Serubur Kementerian Pertanian, Benyamin Unwakoli, S.P., M.Si. Sabtu (29/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Fakfak tak surutkan peran strategis para petani di kawasan Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak – Papua Barat, sebagai penyangga ketahanan pangan lokal di daerah ini.

Meski menghadapi tantangan penurunan produktivitas dan keterbatasan sumber daya air, sektor pertanian di kawasan ini tetap beroperasi menjaga kelancaran pasokan komoditas pangan ke wilayah Kota Fakfak.

​Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Serubur Kementerian Pertanian, Benyamin Unwakoli, S.P., M.Si., kepada awak media di Distrik Bomberay (Sabtu, 29/08/2026),  menyatakan bahwa kemarau yang cukup intensif memang berdampak pada penurunan aktivitas sebagian petani.

Bahkan menurutnya, beberapa petani di kawasan ini memilih untuk beristirahat sementara sambil menunggu dinamika perubahan cuaca.

​”Secara garis besar terjadi penurunan aktivitas petani akibat kemarau panjang dan maraknya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat petani waswas mengolah lahan. Namun, bagi petani binaan yang ekosistem pasar dan rantai pasoknya sudah terbentuk secara sistematis, mereka tetap mampu bertahan dan berproduksi,” ujar Benyamin Unwakoli.

​Benyamin menjelaskan, untuk komoditas hortikultura seperti cabai dan sayur-sayuran, mayoritas petani tadinya bergantung pada curah hujan. Namun, melalui pendampingan intensif BPP Serubur, sekitar enam hingga delapan kelompok petani binaan berhasil membangun sumur bor secara swadaya.

​Langkah mandiri ini  kata Dia, terbukti ampuh menjaga konsistensi panen. Sejumlah petani dilaporkan mampu memanen hingga 1.600 ikat sayuran dalam sekali panen dengan siklus pengambilan setiap tiga hari sekali.

Lanjut Benyamin, komoditas unggulan yang rutin dipasok meliputi bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, hingga buncis.

​”Kadang ada anggapan bahwa pasokan sayur di kota hanya berasal dari kawasan Kinam. Padahal saat Kinam mengalami kekeringan dan krisis air, Bomberay menjadi benteng utama yang konsisten menyuplai kebutuhan sayuran daun untuk masyarakat Fakfak,” tegasnya.

​Di tengah keterbatasan air saat musim kemarau yang melanda kawasan Bomberay dan Tomage, harga komoditas sayuran di tingkat petani justru mengalami kenaikan dari yang sebelumnya berkisar Rp5.000 per ikat kini menyentuh Rp6.000 hingga Rp7.000 per ikat.

Kenaikan ini menurutnya, dipicu oleh tingginya permintaan pasar kota serta pembengkakan biaya produksi akibat pengoperasian pompa air berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM).

​”Kondisi ini menciptakan ruang negosiasi harga yang menguntungkan petani yang siap dengan rantai pasok. Ini menjadi peluang meningkatkan pendapatan mereka. Namun, kami memikirkan keberlanjutannya dengan mendorong akses kuota BBM bersubsidi bagi petani sesuai regulasi Kementerian ESDM agar operasional irigasi pompa dapat berjalan lebih efisien,” terangnya.

​Dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi bahan pangan jelang akhir tahun, di mana harga cabai kerap melambung hingga Rp200.000 per kilogram, BPP Serubur bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan memacu pengembangan kawasan cabai seluas 10 hektare.

Lanjut Benyamin, ​program yang dilaksanakan mulai bulan ini hingga Desember mendatang menyasar lahan-lahan potensial milik petani produktif agar tidak ada lahan yang dibiarkan menjadi lahan tidur.

Bantuan pemerintah mencakup benih cabai unggul, mulsa, serta sarana produksi (saprodi) pendukung seperti pupuk dan pestisida. BPP Serubur menargetkan langkah ini dapat menahan lonjakan harga cabai akhir tahun di kisaran Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram, pungkas Benyamin.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *