Papua Barat

Menteri ESDM: Tanpa Investasi, Pembangunan di Fakfak Sulit Melaju Cepat

152
×

Menteri ESDM: Tanpa Investasi, Pembangunan di Fakfak Sulit Melaju Cepat

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Saat Menikmati Pinang dan Jagung di Areal Tugu Satu Tungku Tiga Batu, Kawasan Reklamasi Pantai Fakfak. Jumat (20/03/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya keterbukaan masyarakat terhadap investasi demi memajukan perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Hal ini disampaikannya dalam suasana akrab bersama awak media, sambil menikmati pinang sirih pinang khas Papua dan jagung rebus di areal Satu Tungku Tiga Batu, Kawasan Reklamasi Pantai, Jalan Dr. Selasa Namudad, Jumat (20/03/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa ketergantungan Kabupaten Fakfak yang hanya berharap pada APBD saja tidak cukup untuk membangun daerah secara signifikan.

Dengan APBD Fakfak yang berada di angka Rp1,3 triliun, investasi di sektor sumber daya alam seperti minyak dan gas (migas) menjadi kunci untuk meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) dan menciptakan lapangan kerja.

​”Tidak ada pembangunan di dunia ini yang maju tanpa investasi. Kalau hanya mengandalkan APBD, kapan Fakfak mau maju? Lewat investasi migas, ada Dana Bagi Hasil yang bisa digunakan untuk membangun daerah tercinta ini,” ujar Bahlil.

​Menanggapi adanya riak masyarakat terkait aktivitas seismik beberapa waktu lalu di Arguni, Fakfak – Papua Barat, Bahlil meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kolaboratif. Dia menggunakan analogi pohon pala untuk menjelaskan tahap eksplorasi yang sedang berlangsung.

​”Eksplorasi itu belum tentu ada hasil. Ibarat menanam pala, kalau palanya ternyata ‘pala laki-laki’ (pala jantan) yang tidak berbuah, apa yang mau dipanen? Jadi biarkan pengusaha melakukan kegiatan seismik dulu, mereka keluar uang dulu. Kalau ada hasilnya, baru kita bicara pembagiannya,” jelasnya.

​Namun, Bahlil juga memberikan peringatan kepada para pengusaha atau investor agar tetap menghormati kearifan lokal dan hak-hak adat masyarakat setempat. Ketua Umum Golkar itu  menegaskan investasi harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap warga lokal.

​”Intinya kolaborasi. Hak adat dan masyarakat harus diperhatikan. Minimal ada ‘ketok pintu’, permisi secara baik-baik. Kalau ada pengusaha yang kurang ajar, kasih tahu saya,” tegas Menteri Bahlil, yang juga Ketua Umum Golkar.

​Selain membahas investasi lokal, Bahlil juga memberikan jaminan mengenai ketahanan energi nasional di tengah situasi geopolitik global. Dia mengatakan, pasokan minyak mentah Indonesia relatif aman meski ada ketegangan di Selat Hormuz.

​”Persediaan kita cukup. Kontrak jangka panjang kita dengan negara seperti Nigeria, Amerika, Brazil, dan Australia masih berjalan baik. Selat Hormuz hanya menyumbang sekitar 20% dari total konsumsi nasional, dan kita sudah punya alternatifnya. Jadi, relatif aman,” tutupnya.

​Suasana bincang – bincanng dengan awak media di pantai reklamasi yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan candaan Bahlil mengenai sensasi makan pinang yang membuatnya merasa seperti kembali ke masa kuliah dulu di Jayapura. (Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *