Papua Barat

Meriahkan HUT ke -77 RI, Bupati Fakfak dan Istri Ikut Menari Tumorr Hingga Tonton Tradisi Pukul Sapu Lidi

715
×

Meriahkan HUT ke -77 RI, Bupati Fakfak dan Istri Ikut Menari Tumorr Hingga Tonton Tradisi Pukul Sapu Lidi

Sebarkan artikel ini

Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos.,M.Si. dan Istri Ny. Siti Fatima Bauw Bersama Panari Titir Tumor Dari Sanggar Tomandin Pimpinan Fredy Warpopor Saat Menari Tarian Titir Tumor di Stadion 16 November Usai Pelaksanaan Upacara HUT ke -77 RI. Rabu 17 Agustus 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos.,M.Si., dan Sekda Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP., Menari Tarian Titir Tumor Bersama Panari Titir Tumor Dari Sanggar Tomandin Pimpinan Fredy Warpopor Saat Menari Tarian Titir Tumor di Stadion 16 November Usai Pelaksanaan Upacara HUT ke -77 RI. Rabu 17 Agustus 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Siapa tidak kenal Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos.,M.Si., lelaki kelahiran 1 Januari 1977 itu kerap mencuri perhatian publik, salah satu yang dilakukan setelah menjadi Irup Upacara HUT ke -77 RI, dia (Untung Tamsil) bersama istrinya, Siti Fatima Bauw, ikut berbaur bersama kelompok tari sanggar Tomandin pimpinan Fredy Warpopor dan bernari tarian Titir Tumor (tarian budaya Fakfak Papua Barat).

Bupati Fakfak Untung Tamsil dan istri tercintanya  Siti Fatima Bauw, ikut menari bersama 11 penari wanita yang menampilkan tarian Titir Tumor usai pelaksanaan upacara HUT ke -77 RI yang berlangsug di Stadion 16 November Fakfak Papua Barat.

Pasangan suami – istri (Untung Tamsil dan Ny. Siti Fatima Bauw), menari tarian Titir Tumor mengikuti irama tifa tumor yang dimainkan, bahkan terlihat kedua pasangan suami – istri begitu lincah mengikuti gerakan tari titir tumor.

Saat menari bersama 11 wanita penari tarian Titir Tumor yang mengenakan pakai adat Fakfak warna kuning, Bupati mengenakan baju kebesaran Bupati warna setelan putih – putih dan Ny. Siti Fatima Bauw mengenakan setelah kebaya moderen bermotif papua kombinasi warna hitam dengan mengenakan jilbab merah.

Gerakan tarian Tumor Bupati dan istrinya, ikut mengundang Forkopimda dan Danrem 182/JO, Kolonel Inf. Hartono, S.IP serta Sekda Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP, harus beranjak dari podium upacara untuk bergabung bersama Bupati dan Istri untuk menari tari Titir Tumor bersama kelompok tari sanggar Tomandin pimpinan Fredy Warpopor.

Tifa Tumor yang membahana di Stadion 16 November membuat perhatian peserta upacara kepada para penari Titir Tumor yang memainkan gerakan tarian bersama Bupati dan Istri serta Forkopimda termasuk Sekda Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP.

Meriahkan HUT ke -77 RI di Fakfak, Pemuda Maluku Tengah Atraksi Tradisi Pukul Sapu Lidi di Sadion 16 November Usai Pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan 2022. Rabu 17 Agustus 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

Seperti diketahui, tari Titir Tumor, merupakan tarian yang berasal dari Fakfak Papua Barat, tarian ini mengungkapan kerinduan akan kedamaian. Tarian ini sering dibawaka para wanita dalam acara-acara adat atau penyambutan tamu dengan kegembiraan dan keterbukaan. Tari titir tumor juga diiringi dengan lagu titir tumor yang berirama gembira dan semangat.

Pada kemeriahan HUT ke -77 RI, yang berlangsung di Stadion 16 November Fakfak Papua Barat, Bupati dan Istri serta Wakil Bupati Fakfak,  Forkompimda termasuk Danrem 182/JO dan Sekda Fakfak, juga disuguhkan tradisi pukul sapu lidi yang dimainkan beberapa pemuda asal Maluku Tengah.

Para pemuda asal Maluku Tengah ini melakukan atraksi saling pukul dengan menggunakan sapu lidih, tidak mengenakan baju, mereka hanya mengingat lembar kain merah di kepalanya, dengan badan telanjang mereka saling pukul menggunakan sapu lidi hingga badan mereka terlihat luka akibat pukulan sapu lidi.

Atraksi pukul sapu ini yang dimainkan pemuda Maluku Tengah ini menarik perhatian peserta upacara hingga tak saputun peserta upacara yang meninggalkan stadion 16 November karena hanya ingin menyaksikan tradisi pukul sapu ini.

Tradisi pukul sapu lidi ini biasa dilakukan bagi Warga Negeri Morella Maluku Tengah, tradisi pukul sapu lidi di Negeri Morella biasanya dilakukan pada perayaan 2 syawal atau hari ke 7 lebaran.

Tardisi pukul sapu lidi bagi Warna Negeri Morella Maluku Tengah bisa disebut “Palasa” atau “Baku Pukul Manyapu”, yang artinya saling memukul dengan sapu lidi. Tradisi pukul sapu lidi ini bagi Warga Negeri Morella mencerminkan tolong menolong, gotong royong, rela berkorban, kerja keras,kerja sama, dan sifat kesatria.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *