Papua Barat

Musorprov KONI Papua Barat Disorot, Lamek: Saatnya Generasi Muda

414
×

Musorprov KONI Papua Barat Disorot, Lamek: Saatnya Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

 

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Barat, dorongan perubahan dalam tubuh organisasi olahraga daerah semakin menguat.

Sorotan tersebut datang dari Senator Papua Barat, Lamek Dowansiba, yang menegaskan bahwa Musorprov bukan sekadar agenda rutin empat tahunan, melainkan momentum penting untuk menentukan arah baru pembangunan olahraga di Papua Barat.

“Kalau Musorprov hanya menjadi pergantian kepengurusan tanpa perubahan cara kerja, maka kita akan terus berada di titik yang sama,” ujarnya.

Ia menilai capaian prestasi olahraga Papua Barat hingga kini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi itu, menurut dia, dipengaruhi oleh pola pembinaan yang belum optimal, kepemimpinan yang masih mempertahankan pendekatan lama, serta pelayanan organisasi yang belum maksimal.

“Kita harus jujur, pola-pola lama belum mampu menjawab tantangan olahraga modern yang kini berbasis data, sport science, dan manajemen profesional,” katanya.

Lamek juga menyoroti lemahnya pembinaan atlet usia muda. Padahal, potensi atlet di Papua Barat dinilai sangat besar dan tersebar di berbagai daerah, namun belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem pembinaan yang terstruktur.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan figur pemimpin baru yang tidak hanya memahami aspek teknis olahraga, tetapi juga mampu membangun sistem, mengelola organisasi secara profesional, serta menjembatani kebijakan dengan kebutuhan di lapangan.

“KONI ke depan membutuhkan pemimpin yang bekerja membangun proses, bukan hanya hadir saat event,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosok pemimpin yang dibutuhkan adalah yang dekat dengan generasi muda, memahami dinamika atlet masa kini, serta berani melakukan inovasi dan pembaruan.

“Kita butuh sosok yang mampu membuka ruang bagi atlet muda dan membawa semangat baru dalam organisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa pembinaan jangka panjang, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan organisasi berbasis kinerja harus menjadi fokus ke depan.

Menurut Lamek, Musorprov harus dimanfaatkan sebagai momentum menentukan arah, bukan sekadar memilih figur.

“Jangan memilih berdasarkan kebiasaan atau kedekatan, tetapi berdasarkan kebutuhan. Kita butuh pelayanan, perubahan, profesionalisme, dan keberanian membangun masa depan,” tegasnya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan dalam organisasi olahraga bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“KONI Papua Barat tidak kekurangan orang berpengalaman, tetapi saat ini kita membutuhkan energi baru dan cara kerja baru. Dan itu ada pada generasi muda,” ujarnya.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *