Papua Barat

Pangdam XVIII/Kasuari Ingatkan Prajurit TNI Jaga Netralitas di Tahun Politik

144
×

Pangdam XVIII/Kasuari Ingatkan Prajurit TNI Jaga Netralitas di Tahun Politik

Sebarkan artikel ini
Pangdam XVIII/Kasuari
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap, S.E., M.Tr.(Han) Ketika Tiba di Bandara Torea Fakfak Didampingi Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan Danrem 182/JO Kolonel Inf. Hartono. Kamis (24/1/2024). FOTO : RICO lET's. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Ilyas Alamsyah Harahap, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE, berpesan kepada seluruh prajurit TNI di wilayah teritorial Kodam Kasuari untuk menjaga netralitas di tahun Politik.

Hal ini disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari dalam kunjungan kerjanya di wilayah Korem 182/JO dan saat memberikan arahan kepada prajurit TNI dan Persit Kertika Chandra Kirana yang berlangsung di Makodim 1803/Fakfak, Kamis (24/1/2024).

“Di tahun Politik 2024, kita sukseskan bersama pelaksanaan Pemilu, bukan hanya KPU dan Bawaslu saja, berkaitan dengan TNI itu sudah jelas garisnya (arahannya) yaitu melaksanakan netralitas yaitu berdiri disemua golongan karena itu sesuai arahan pimpinan untuk menjaga netralitas, TNI tidak boleh memihak,” tegas Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap ketika didampingi Danrem 182/JO Kolonel Inf. Hartono dan Dandim  1803/Fakfak Letkol Inf. Tri Handoko Wicaksono, dihadapan awak media.

Menurutnya, siapa pun yang berupaya untuk menang di Pemilu, TNI tidak boleh memimak. TNI mempersilahkan para kandidat dan partai politik untuk memenangkan upaya tersebut asalkan jangan mengajak TNI untuk ikut dalam perebutan suara masyarakat dan tidak menggunakan fasiltas TNI untuk kepentingan politik.

“Di sini, TNI mempunyai gedung, lahan kosong dan kendaraan TNI tidak boleh digunakan untuk memperlancar upaya mereka termasuk TNI tidak bolem membincangkan dan mengarahkan ke salah satu calon atau kandidat yang bertarung di Pemilu 2024,” ujar Pangdam Kasuari.

Door Stop Pangdam XVIII/Kasuari Mayjend TNI Ilyas Alamsyah Harahap, S.E., M.Tr.(Han) Didampingi Danrem 182/JO Kolonel Inf. Hartono (Kanan) dan Dandim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Tri Handoko Wicaksono. Kamis (24/1/2024). FOTO : RICO LET’s. PAPUADALAMBERITA.COM.

Dan bagi prajurit TNI yang berpartisipasi menjadi caleg harus keluar dari Tentara, itu tidak boleh dan bagi istri prajurit TNI yang menjadi caleg maka suaminya harus ditarik dan dipusatkan di komando dan istrinya tidak boleh menggunakan sarana dan prasana yang ada pada suaminya.

“Dia (istri prajurit TNI) yang menjadi caleg harus berjuang sendiri tanpa harus mengajak suaminya sebagai prajurit TNI,” ucapnya.

Dari semuanya itu bila ada yang melanggar netralitas sebagai prajurit TNI maka akan diberikan sanksi (hukuman) sesuai prosedur yang berlaku. Dan bila masyarakat menemukan ketidak netralan prajurit TNI dapat melapor ke Pos Pengadulan Netralitas yang ada di POM Dam maupun di Sun Denpom.

Selain meminta prajurit TNI untuk menjaga netralitas, Pangdam Kasuari juga meminta kepada keluarga prajurit TNI khususnya istri prajurit untuk dapat menggunakan hak suaranya secara baik di Pemilu 2024.

“Saya (Pangdam Kasuari) tadi juga menghimbau ibu – ibu (istri prajurit TNI) yang memiliki hak suara untuk menggunakan hak pilihnya secara baik,” tutup Jenderal Bintang TNI ini usai melihat kerajinan ibu – ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1803 Koorcabrem 182 PD XVIII/Kasuari.(RL 07)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *