PAPUADALAMBERITA.COM.WUHU – Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Hal itu disampaikan Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH., M.Si dalam forum bergengsi 2026 RCEP Friendship Cities Dialogue di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok, Rabu (27/6/2026).
Di hadapan para gubernur, wali kota, pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan friendship cities dari negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership, Lakotani memaparkan visi besar Papua Barat sebagai provinsi konservasi yang mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan alam dan masyarakat. Masa depan akan dimiliki daerah yang mampu menggabungkan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, dan inovasi secara seimbang,” ujar Lakotani dalam pidatonya.
Wakil Gubernur Papua Barat serta Staf saat di Wuhu Tiongkok Rabu (27/6/2026). FOTO: DOKUMEN.
Forum tersebut menjadi panggung penting bagi Papua Barat untuk memperkenalkan potensi strategis wilayah timur Indonesia yang langsung menghadap kawasan Pasifik. Lakotani menyebut Papua Barat memiliki kekayaan sumber daya kelautan, keanekaragaman hayati kelas dunia, hutan tropis, energi terbarukan, hingga mineral strategis yang dibutuhkan dalam transisi ekonomi hijau global.
Tak hanya mengandalkan sumber daya alam, Papua Barat kini juga mendorong transformasi pembangunan melalui hilirisasi industri, ekonomi biru, penguatan logistik maritim, transformasi digital, dan pembangunan sumber daya manusia.
“Papua Barat ingin bertransformasi dari daerah pengekspor bahan mentah menjadi wilayah yang mampu menciptakan nilai tambah, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
Dalam forum itu, Lakotani juga menawarkan sejumlah sektor strategis untuk kerja sama internasional. Salah satunya sektor ekonomi biru dan perikanan berkelanjutan. Menurut dia, Papua Barat berada di kawasan Coral Triangle, salah satu ekosistem laut terkaya di dunia yang memiliki potensi besar bagi industri pengolahan hasil laut dan ekspor produk perikanan bernilai tambah.
Selain itu, sektor pariwisata berkelanjutan menjadi perhatian utama. Destinasi Raja Ampat disebut sebagai simbol biodiversitas laut dunia yang harus dikembangkan melalui konsep ekowisata berkualitas tinggi, bukan pariwisata massal.
Lakotani juga menyoroti potensi energi hijau Papua Barat, mulai dari energi surya, tenaga air, hingga bioenergi. Ia optimistis Papua Barat dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri rendah karbon di kawasan Asia Pasifik.
Posisi geografis Papua Barat sebagai gerbang Indonesia Timur menuju Pasifik juga dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi pusat logistik dan konektivitas maritim kawasan.
Dalam pidatonya, Lakotani menekankan bahwa kerja sama antardaerah dalam skema friendship cities tidak boleh hanya bersifat seremonial. Menurut dia, kemitraan tersebut harus menjadi ruang nyata untuk kolaborasi bisnis, pendidikan, inovasi, pertukaran pemuda, hingga investasi berkelanjutan.
“Kami mengundang pemerintah daerah, investor, universitas, dan mitra pembangunan dari seluruh kawasan RCEP untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menutup pidatonya dengan ajakan memperkuat kerja sama Asia Pasifik yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan harapan, kesempatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Mari kita ubah persahabatan menjadi kerja sama nyata. Mari kita bangun masa depan RCEP yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Lakotani.
Untuk diketahui bahwa: RCEP adalah singkatan dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yaitu kerja sama ekonomi/perdagangan besar di kawasan Asia-Pasifik.
Anggota RCEP terdiri dari 15 negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.(rustam madubun)













