PAPUADALAMBERITA.COTA SORONG – Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M, melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat dan keluarga besar Pertamina di lingkungan Pertamina EP Papua Field Kota Sorong, Rabu pagi (27/5).
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga bertindak sebagai khatib Idul Adha dengan menyampaikan khutbah bertema “Menapaki Jejak Ketaatan Keluarga Nabi Ibrahim”, yang sarat pesan tentang pentingnya membangun keluarga berlandaskan iman, pengorbanan, dan kasih sayang.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar, pekerja Pertamina, tokoh agama, dan keluarga besar Pertamina EP Papua Field memadati lokasi pelaksanaan shalat sejak pagi hari.
Dalam khutbahnya, Wakil Gubernur mengajak umat Islam untuk memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai momentum spiritual untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta memperbaiki kualitas kehidupan keluarga dan sosial kemasyarakatan.
Beliau menyampaikan bahwa hari-hari di bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT dan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah.
“Inilah hari-hari yang penuh keberkahan, hari-hari yang penuh karunia dan pahala dari Rabbul ‘Izzati. Hari ini bukan sekadar hari besar umat Islam, tetapi momentum penyandaran diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya.
Dalam khutbah tersebut, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa Idul Adha dan ibadah kurban merupakan simbol ketundukan total kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keluarganya.
Beliau mengingatkan bahwa keteladanan keluarga Nabi Ibrahim mengandung pelajaran besar tentang keimanan, pengorbanan, kesabaran, dan komunikasi penuh kasih sayang dalam keluarga.
“Keluarga Nabi Ibrahim adalah suri teladan sempurna dalam penyerahan diri kepada Allah dan contoh nyata tentang kesungguhan menjalankan ajaran Islam,” ujarnya.
Menurut beliau, keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat dan bangsa.
“Keluarga adalah madrasah pertama kehidupan. Tempat di mana iman ditanamkan, akhlak dibentuk, dan masa depan bangsa dipersiapkan,” katanya.
Namun demikian, Wakil Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi keluarga di era modern saat ini, mulai dari meningkatnya kekerasan terhadap anak, perceraian, hingga hilangnya kedekatan emosional dan spiritual dalam keluarga.
“Banyak generasi muda tumbuh dalam kesepian digital, kehilangan arah, bahkan tidak lagi akrab dengan nilai-nilai agama dan adab. Ini bukan hanya persoalan statistik, tetapi persoalan masa depan generasi,” jelasnya.
Karena itu, beliau mengajak masyarakat untuk kembali membangun hubungan keluarga yang dilandasi iman, kasih sayang, komunikasi, dan keteladanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail Alaihissalam.
Dalam khutbahnya, Wakil Gubernur mengisahkan keteguhan iman Siti Hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah tandus Makkah bersama Nabi Ismail yang masih kecil.
Ketika Siti Hajar bertanya apakah perintah tersebut berasal dari Allah SWT dan Nabi Ibrahim menjawab “iya”, maka Siti Hajar dengan penuh keyakinan berkata:
“Kalau begitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”
Menurut Wakil Gubernur, kisah tersebut menunjukkan bagaimana iman dan keyakinan kepada Allah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ujian kehidupan.
Beliau juga mengangkat kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika Allah SWT memerintahkan penyembelihan Ismail sebagai ujian cinta dan ketundukan kepada-Nya.
“Ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan ketulusan dan kepatuhan kepada Allah, maka Allah mengganti Nabi Ismail dengan sembelihan yang besar. Dari situlah lahir syariat kurban yang kita laksanakan hingga hari ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat hubungan dalam keluarga, memperbaiki komunikasi antara orang tua dan anak, serta menjadikan rumah sebagai tempat yang penuh ketenangan dan kasih sayang.
“Kita harus menjadikan Allah sebagai prioritas tertinggi, menjadikan keluarga sebagai tempat paling aman, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam mendidik anak-anak kita,” pesannya.
Selain membahas ketahanan keluarga, Wakil Gubernur juga mengajak jamaah untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Palestina yang hingga kini masih mengalami penderitaan akibat konflik dan penjajahan.
“Kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita di Palestina. Kita harus terus menyuarakan kepedulian dan mendoakan mereka,” ujarnya.
Di akhir khutbah, Wakil Gubernur mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat iman, menjaga kasih sayang dalam keluarga, serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
“Iman melahirkan kasih sayang, kasih sayang melahirkan kebersamaan, dan kebersamaan akan membawa kita kepada kedamaian,” tutupnya.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama masyarakat dan keluarga besar Pertamina EP Papua Field tersebut berlangsung tertib, aman, dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di Kota Sorong dan Papua Barat Daya.(rls)













