Ketua Bidang Sumber Daya PMI Papua Barat, Musa Kamudi memberikan sambutan pada acara donor darah menyambut HUT PMI, Sabtu (2/10/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Ketua Bidang Sumber Daya Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat, Musa Kamudi mengatakan, masih rendahnya antusias masyarakat mendonorkan darahnya salah satunya penyebabnya adalah kurang sosialisasi dari PMI.
Ketua Bidang SDM PMI Papua Barat berharap kedepan PMI Papua Barat memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penting dan manfaat donor darah.
Musa Kamudin menjelaskan, donor darah sangat bermanfaat bagi pendonor maupun penerima. Melalui kantung darah yang kita berikan, maka dapat membantu sesama yang membutuhkan.
Ia berharap PMI Papua Barat membangun sinergitas bersama pemangku kepentingan di daerah ini.
“Donor darah sangat bermanfaat baik bagi pendonor maupun penerima. Diharapkan stok darah tersedia saat dibutuhkan Mewakili ketua, kami menyanpaikan terima kasih atas prtisipasi dari pendonor dan donator doorprize,” Â jelas Kamudi dalam arahannya pada donor darah HUT Ke-76 PMI, Sabtu (2/10/2021) di Manokwari.
Ketua Bidang Pelayanan Donor Darah sekaligus Kepala Unit Donor Darah PMI Papua Barat, dr Christina menuturkan, selain dalam rangka HUT PMI ke-76 pada 17 September lalu, kegiatan ini juga betujuan untuk memenuhi kebutuhan stok darah.
“Kita akui bahwa stok kami kosong sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan. Melalui momen ini diharapkan bisa memenuhi stok,” tuturnya.
Pihaknya menargetnya sekiranya 100 kantong darah dapat tercapai pada pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut,
“Tidak semua calon pendonor bisa mendonorkan darahnya. Karena ada beberapa calon pendonor yang belum bisa dilayani karena tensinya rendah, dan beberapa faktor lainnya,” sebutnya.
Disebutkan Christina bahwa permintaan darah dari rumah sakit cukup tinggi. Dimana dalam sebulan sekiranya ada sebanyak 150 permintaan kantong darah yang masuk ke PMI Papua Barat.
“Tetapi dalam situasi pandemi ini permintaannya cukup menurun sekira 90 kantong, karena yang bisa kita layani hanya sebanyak itu. Hasil donor darah ini terkadang dua minggu saja sudah habis. Kami berencana kedepan PMI Papua Barat mendistribusi ke semua PMI kabupaten/kota,” ujarnya.(tam)













