PAPUADLAMBERITA.COM. MANOKWARI – Aksi pemblokiran jalan disertai pembakaran ban bekas terjadi di Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Bupati Lama Wapen Manokwari, Kamis (20/11/2025) pagi.
Aksi spontan warga ini dipicu insiden dugaan kuat penikaman terhadap seorang remaja berusia sekitar 15 tahun pada Rabu malam (19/11/2025).
Ketua Pilar Pemuda Rakyat (PIDAR) Papua Barat, Jekson Kapisa, yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan informasi yang berkembang di masyarakat adalah adanya seorang remaja yang menjadi korban penikaman di kawasan Lampu Merah Wosi Haji Bauw.
Korban diketahui berinisial AS, usia sekitar 15 tahun, warga Suapen Bahari.
Menurut Jekson, keluarga korban telah melapor resmi ke SPKT Polresta Manokwari pada Rabu malam.
“Pelaku juga kabarnya sudah datang ke Polres Manokwari. Namun warga melakukan pemblokiran dan pembakaran kayu bekas karena adanya dugaan kuat terjadi pertikaian sebelumnya, hingga korban ditikam di bagian kepala,” ujarnya.
Berdasarkan keterangannya, penikaman terjadi di sekitar Lampu Merah Wosi Haji Bauw pada Rabu malam.
Korban yang bekerja di salah satu rumah makan lalapan dekat lokasi kejadian dan juga membantu menjaga parkiran dan pengaturan arus lalu lintas kendaran keluar masuk rumah makan disekitarnya, tiba-tiba didatangi seorang pelaku.
“Tiba-tiba sudah terjadi penekanan. Untung korban menunduk sehingga tikaman mengenai bagian belakang kepala,” kata Jekson.Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan mendapat 13 jahitan akibat luka tersebut.
Motif sementara yang berkembang menurutnya adalah adanya perselisihan antara korban yang berujung pada tindakan penikaman.
Namun hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang sebenarnya.
Aksi pemblokiran dan pembakaran ban bekas dilakukan warga sebagai bentuk protes dan desakan agar pelaku diproses secara hukum.
Ketua PIDAR mengatakan, dugaan kasus ini harus ditangani secara serius untuk menghindari konflik lanjutan.
Sebagai Ketua PIDAR Papua Barat, Jekson Kapisa mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan.
“Saya meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, sehingga tidak terjadi konflik sosial berkepanjangan. Jika kasus ini diproses tuntas, keluarga korban akan merasakan keadilan dan masyarakat tetap tenang,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi beberapa menit lalu berangsur kondusif setelah aparat kepolisian melakukan pengamanan dan komunikasi dengan pihak masyarakat.(rustam madubun)













