fbpx
Bupati Bintuni. FOTO: istimewa/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM.BINTUNI- Pemerintah Daerah Teluk Bintuni menegaskan bahwa belum ada pasien yang positif Corona Virus Disease 2029 (COVID-19) walaupun ada 22... Pemda Tegaskan Belum Ada Pasien Positif COVID-19 di Bintuni

Bupati Bintuni. FOTO: istimewa/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM.BINTUNI- Pemerintah Daerah Teluk Bintuni menegaskan bahwa belum ada pasien yang positif Corona Virus Disease 2029 (COVID-19) walaupun ada 22 orang  tanpa gejala (OTG) memiliki riwayat baru pulang dari daerah terjangkit.

Diantara 22 orang tanpa gelaja (OTG), enam diantaranya dicurigai terjangkit virus corona berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan Satgas COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni belum lama ini.

“Sampai hari ini minggu 12 April 2020 belum terdapat pasien yang positif virus Corona di Kabupaten Teluk Bintuni 6 orang tanpa gejala ini masih dicurigai covid-19 karena rapid test merupakan alat deteksi cepat dan bukan jadi jaminan bahwa, orang tersebut sudah positif,” tegas Bupati Teluk Bintuni dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Minggu (12/4/2020)

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa, rapid test adalah test screening bila hasilnya positif maka perlu dikonfirmasi lagi dengan tes rapid tes PCR (laboratorium) lagi sehingga dipastikan kebenarannya.

Maka sampel darah telah dikirimkan ke Batling Kemenkes RI untuk dilakukan pemeriksaan terhadap orang yang dicurigai terjangkit COVID-19 tersebut.

“Hasilnya seperti apa baru bisa disimpulkan status enam orang itu jangan mendahului hasil laborotorium karena pengalaman beberapa daerah hasil rapid tes positif tapi ternyata hasil laboratoriumnya negatif, ini yang harus kita jaga,” ujar Bupati.

Untuk memutuskan ratai penyebaran terhadap OTG dan ODP pemerintah daerah telah menyiapkan kampung Masina sebagai tempat karantina, sedangkan RSUD Teluk Bintuni disiapkan jika ada pasien sudah positif COVID-19 maka dirawat disana.

“Kampung Masina bukan dijadikan sebagai tempat karantina penderita positif corona tetapi sebagai tempat karantina ODP (orang dalam pemantauan) dan OTG (orang tanpa gejala) yang berasal dari tempat penularan pandemi corona,” tandas Bupati.

Bupati Kasihiw menegaskan lagi bahwa Kepala kampung bersama warga Masina sangat setuju dan mendukung jadi nanti  disosialisasikan kepada mereka tentang  penempatan tempat tersebut.

“Saya sudah bicarakan denggan beberapa tokoh adat dan pemuda mereka akan bantu kita untuk jelaskan kepada warga di Tahiti dan Masui,” tambah Bupati.(aba/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!