Papua Barat

Pemicu Ricuh di Pelabuhan Berawal dari Isu Hoaks

352
×

Pemicu Ricuh di Pelabuhan Berawal dari Isu Hoaks

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADLAMBERITA.COM. MANOKWARIPolda Papua Barat menegaskan bahwa keributan yang terjadi di Pelabuhan Laut Manokwari pada Selasa malam (2/12/2025) dipicu oleh sejumlah informasi hoaks yang beredar dan memprovokasi massa. Klarifikasi resmi disampaikan Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., pada Rabu (3/12/2025).

Insiden bermula ketika rombongan mahasiswa asal Pegunungan Tengah yang hendak mengantar keluarga tidak diizinkan naik ke KM Labobar karena tidak memiliki tiket.

Perdebatan antara mahasiswa dan petugas Pelni di area tangga kapal memicu aksi dorong yang kemudian menyulut ketegangan dengan kelompok Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Situasi sempat terkendali setelah personel Polsek KSKP Manokwari melakukan pengamanan. Namun tidak lama setelah meninggalkan area pelabuhan, kelompok mahasiswa tersebut mendapat serangan dari pemuda tidak dikenal di sekitar Borobudur hingga wilayah Amban.

Informasi ini kemudian menyebar cepat ke mahasiswa lain di Sekretariat IMPT dan memicu mobilisasi massa menuju Pelabuhan Manokwari dengan membawa alat tajam.

Ketegangan memuncak ketika massa tiba dan berhadapan dengan kelompok TKBM sehingga terjadi aksi saling serang.

Aparat kepolisian segera menurunkan personel Dalmas untuk melakukan pemblokiran, menstabilkan situasi, dan berkoordinasi dengan kepala suku serta tokoh adat Pegunungan Tengah guna membuka ruang dialog di lokasi.

Melalui komunikasi intensif, situasi berhasil dikendalikan dan dua orang yang sebelumnya disandera akhirnya diserahkan kembali kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka, masing-masing dari unsur TNI, Polri, dan pegawai Pelindo. Seluruh korban kini menjalani perawatan di RSUD Manokwari.

Kabid Humas menegaskan, sejumlah informasi yang beredar di media sosial adalah tidak benar, termasuk isu penikaman di Jalan Borobudur serta kabar pembunuhan di atas KM Labobar. “Semua informasi itu hoaks dan tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa memang terdapat laporan terkait pemukulan terhadap anggota kepolisian, dan korban saat ini tengah dimintai keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa.

Polda Papua Barat mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif. Proses penyelidikan masih berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara terbuka melalui Kabid Humas Polda Papua Barat.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *