Papua Barat

Penjabat Gubernur Buka FGD Evaluasi RPJD 2005-2025 dan Menyusun RPD 2023-2026

111
×

Penjabat Gubernur Buka FGD Evaluasi RPJD 2005-2025 dan Menyusun RPD 2023-2026

Sebarkan artikel ini

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI bersama peserta FGD Evaluasi RPJD di Hotel Aston Niu Manokwari, Jumat (16/6/2023). FOTO:RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai mengevaluasi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2005-2025 serta akan menyusun rencana awal RPJPD Provinsi Papua Barat 20 tahun kedepan yaitu 2025-2045.

Baca juga: Ditunda, Agenda FGD Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Papua Barat 

Evaluasi RPJPD merupakan tahapan penting dalam rangkaian sistem perencanaan pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional,

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah, tata cara evaluasi Rancangan peraturan daerah tentang rancangan pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI bersama dua pemateri Sekretaris Eksekutif Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, Prof  Doktor Eko Praseojo Rer Pub dan Tim Kajian Universitas Indonesia Centre For The Study Of Govermance And Administrasitve Refom di Hotel Aston Niu Manokwari, Jumat (16/6/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

FGD evaluasi RPJPD Papua Barat 2005-2025 bertujuan mengukur capaian pemerintahan provinsi Papua Barat dalam 20 tahun terakhir, mengukur konsistensi dokumen RPJMD periode tahun 2005 sampai 2025, dan RPD tahun 2023-2026 terhadap RPJPD tahun 2005-2025,’’ sebut Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI pada pembukaan FGD di Hotel Aston Manokwari (16/6/2023).

‘’Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang hasil pencapaian kinerja pembangunan daerah yang telah dilaksanakan dalam dokumen rencana periode sebelumnya, sebagai pembelajaran bagi perbaikan kebijakan pembangunan pada periode berikutnya, serta untuk menjamin kesinambungan dengan rencana pembangunan yang disusun,’’ sambung penjabat gubernur.

Menurut gubernur Waterpauw, hasil evaluasi RPJPD ini merupakan instrumen penting dalam proses penyusunan rancangan awal RPJPD Provinsi Papua Barat 2025-2045.

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI pada pembukaan FGD Evaluasi RPJD di Hotel Aston Niu Manokwari, Jumat (16/6/2023). FOTO:RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

‘’Oleh karena itu sebagai suatu amanat, tentu menjadi kewajiban kita bersama untuk memanfaatkan momentum ini secara baik dan bertanggung jawab,’’ pesan gubernur.

Waterpauw mengatakan, melihat RPJPD yang memiliki empat kali periode pimpinan daerah hal ini tidak bisa semata-mata ditentukan secara leluasa, harus memiliki visi, misi Provinsi Papua Barat ke depannya, dan harus memiliki leading sector.

‘’Saatnya duduk bersama, bersungguh-sungguh, menyamakan persepsi guna membangun Papua Barat memohon berkat dan kasih Tuhan yang Maha Esa secara resmi FGD evaluasi rencana jangka panjang daerah Papua Barat 2005-2025 saya nyatakan dibuka Semoga Tuhan memberkati,’’ tutupnya dalam sambutannya.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *