Penjabat Sekda Papua Barat Dance Sangkeng saat jumpa pers dengan wartawan di Media Center Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (19/12/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Apel pagi setiap awal pekan, Senin dan akhir pekan, Jumat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat untuk meningkatkan disiplin setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga: Penjabat Sekda Papua Barat Soroti Pimpinan OPD dan ASN yang Malas Apel Pagi
‘’Pertama tugas manajemen salah satunya adalah controlling, memastikan setiap orang sampai level bawah pada posisi, kapan bisa dilakukan, salah satunya apel (Senin, Jumat, red), apel sebagai media memastikan setiap orang ada di posisi untuk aktivitas dilakukan pada hari itu oleh pimpinan,’’ tegas Penjabat Sekda Papua Barat Dance Sangkek kepada wartawan di Media Center Provinsi Papua Barat, Arfai Manokwari Senin (19/12/2022).
Penjabat Sekda yang didampingi Asisten I dan Kepala Biro Kesra itu menjelaskan, bahwa hal yang situasional terjadi (sedikitnya ASN yang ikut apel Senin pagi, red) tadi siapapun dia kalau PW (mkasudnya Paulus Waterpauw, red) datang atau kakak AS1 (asisten satu Setda) ini lebih meledak lagi.
‘’Eselon dua kan 48, yang hadir tadi Cuma hanya 7 orang, 41 tidak tidak ada, dari unsur pimpinan ini, nanti sampai di eselon tiga, esalon empat bedah lagi, sampai di staf, totalitas dari kehadiran itu membuat siapapun dalam controlling tugas,’’ tegas penjabat Sekda.
‘’Wah kalau begini kita mau kerja bagaimana, karena selesai apel ada agenda-agenda yang mau displit ke mana dan sebagainya sudah susah, sehingga itu menjadi hal yang sedikit mengganggu soal dinamika komunikasi psikologi mengelola kerja-kerja kita di hari itu oleh sebuah system,’’ sambung Dance sangkek.
Menurut Dance, apalagi Provinsi Papua Barat apel gabungan pimpina dan staf itu dua kali dalam seminggu yaitu hari Senin dan Jumat.
‘’Senin itu awal dari kerja, kita harus pastikan, karena Senin banyak hal terjadi internal struktural di kabupaten kota bahkan pusat. Misalnya staf ahli di bidang ini dia ada di sini karena apa, kemudian sekretariat di asisten, misalnya asisten satu tugas dia ada di mana,” kata penjabat sSkda.
‘’Nah itu sehingga dari proses itu kemudian sekretaris daerah walaupun hanya penjabat memang sementara, tetapi tugas tadi saya bilang itu adalah tugas definitive,’’ lanjut penjabat Sekda.
Lanjut Dance, tugas sekretaris daerah untuk suplai pengambilan kebijakan yang di atas yaitu gubernur dan mengkoordinasikan unit ke bawah.
Potret dari apel sebagai media pertama memastikan semua sub sistim berada disini. Wartawan kamu hitung sudah, nanti data, eselon dua dari 48 orang berapa yang hadir, berapa yang tidak hadir, tidak hadir karena apa?
‘’Kemudian eselon tiga 4 dan papan nama tadi itu berapa yang kosong, itu supaya menjadi evaluasi untuk laporan ke pimpinan,’’ kata dia.
Ditambahkannya bahwa pengaruh gaya kepemimpinan paternalistik yang dianut sangat kuat. Kalau gubernur ada semua pada posisi siap hormat, kalau gubernur tidak ada, ah PJ sajaa.
Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Robert Rumbekwan saat jumpa pers dengan wartawan di Media Center Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (19/12/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.
Ditempat yang sama Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Robert Rumbekwan mengatakan, ada 300-an personil di kantor gubernur.
‘’Tetapi nanti kalian (wartawan, red) ada disini setiap pagi lihat, setelah apel gabungan Senin mulai berlangsung Selasa ke atas sampai Kamis, yang apel hanya 20 atau- 30an, nanti ada lagu yang bilang ‘’Salah Siapa, Ini Dosa Siapa” atau ‘’jangan salahkan siapa,’’ ujar asisten satu.
‘’Ini kebiasaan manusia. Jadi saya mau bicara, pembagian tugas dalam organisasi jelas, ada eselon dua, satu, ada empat eselon 3, ada eselon 4, kemudian dibawa eselon 4 ada staf, disesuaikan dengan formasi beban tugas yang dikerjakan, supaya kelebihan-kelebihan jangan jadi racun, supaya beban tugas satu orang bertanggungjawab dengan tugasnya,’’ sambung asisten.
Asisten satu mengatakan, jika satu seksi memiliki aparat, dan jika tidak bisa membagikan tugas habis, yang lain dapat, yang lain tidak, yang tidak ini akan mengambil sikap tinggal di luar, dia tidak mau ribet dengan tugas kantor.
‘’Sehingga, tiap bulan dia lebih menghargai kejar print (absen, red) daripada kepala dinas, di sini (di kantor, red) hanya takut mesin absen, karena dalam mesin absen ada uang. Jadi kondisi seperti itu harus diatur baik,’’ terang Rumbekwan.
‘’Jumlah personil kantor berapa yang jadi penganggur, ada pemekaran di daerah lain jadi kasih pindah ke sana saja, isi formasi yang kurang,’’ sambung Rumbekwan.
Dengan demikian menurut Rumbekwan, ketika Ia tidak kerja malu dengan dirinya sendiri, karena tugas ini sudah ada, dan cepat dievaluasi.
‘’Ketika Ia tidak melaksanakan tugas, geser, Ia sadar pagi datang jam berapa, pulang jam berapa, kalau biarkan begini dari atas sampai bawah susah untuk saling dikontrol,’’ sebut Rumbekwan.
Lanjutnya, bahwa kepala biro mau control, bikin catatan untuk segera ditindaklanjuti, tetapi sampai saat ini pernah dengar pegawai di Provinsi Papua Barat dipecat tidak dengan hormat karena malas kerja, apa kah ada? Tidak ada.
‘’Salah siapa, dosa Siapa seperti itu, jangan salahkan siapa, karena disiplin mulai dari diri kita, tidak ke kiri, tidak ke kanan, langsung dalam diri sendiri dia keluar sendiri seperti itu. Jadi kita mau evaluasi dari tingkat atas sampai bawah nyambung,’’ ujar Rumbekwan.
‘’Teguran pertama lisan, teguran kedua tertulis pertama, tertulis kedua, tertulis ketiga sanksi jatuh cepat kita sidang kode etik selesai baru dia terima sangksi ini tidak pernah,’’ ujarnya.
‘’Karena kebiasaan itu, melihat bah masa dia bias, baru saya tidak. Kalau kondisi sudah seperti itu kita sudah tidak bisa bicara lagi,’’ tambahnya.(rustam madubun)
Apel pagi di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (19/12/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.













