Konferensi Pers Panitia Provinsi Papua Barat Side Event W20 & Y20, di Sekretariat Panitian, Kamis (23/6/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Bertempat di Sekretariat Panitia Provinsi Papua Barat Side Event W20 Dan Y20, Ketua Panitia Melkias Werinussa, SE, MH didampingi Sekretaris, wakil ketua panitia dan Kepala Dinas Kominfo Papua Barat menggelar konferensi pers terkait review lokal partisipan asal Sorong, Christin Nebore.
Sebelumnya, Christin Nebore mengkritisi Panitia Provinsi Papua Barat Side Event W20 dan Y20 Manokwari, dalam ungahannya di akun sosial media instagram(IG) @Christin Nebore.
Delapan slide unggahanya ada sembilan poin dikritisi Christin Nebore dengan judul review pelaksanaan pra KTT ke-4 Y20 di Manokwari.
Ia berharap masukannya menjadi bahan evalusi panitia, sembilan poin itu; (1)Timeline seleksi Town Hall Perticipan (THP), (2) Keterlibatan yang tidak inklusif, (3) penilaian peserta THP yang tidak transparan, (4) Keamanan, (5) Keuangan, (6) Aksebilitas dan akomodasi, (7) Kontribusi kurang maksimal, (8) Ancaman kebebasan berpendapat, dan ke (9) Represi.
Christin juga menulis kesimpulan diakhir unggahannya, bahwa evaluasi perlu jadi pertimbangan kedepannya apabila melaksanakan event (tingkat lokal-internasional) di Papua Barat.
‘’Saya turut mengapresiasi kontribusi panitia dan pemerintah provinsi (Pemprov), terlepas dari berbagai kekurangan selama pelaksanaan dan sebelumnya. Event berlangsung sukses dan terselesaikan hingga kepulangan semua delegasi (internasional dan lokal),” tulis Christin.
Kepada panitia Ia berterima kasih telah memberikan kesempatan padanya untuk berkontribusi bersama pemuda hebat kebanggaan Papua, dan Indonesia selama empat hari tiga malam.
INI PENJELASAN PANITIA:
Ketua Panitia Fran Melkias Werinussa, SE, ME didampingi Sekretaris, wakil Ketua Panitia dan Kepala Dinas Kominfo Papua Barat dalam penjelasan terhadap review lokal partisipan asal Sorong Christin Nebore.
Panitia menyampaikan terima kasih atas review yang telah disampaikan. Christin Nebore terkait penyelenggaraan Pre Summit Y20 Manokwari tanggal 17-19 Juni 2022 sebagai bahan evaluasi internal Panitia. Atas review tersebut dapat panitia sampaikan penjelasan sebagai berikut:
- Timeline Seleksi THP
Pengumuman seleksi Town Hall Perticipant (THP) dari yang sebelumnya direncanakan tanggal 9 Juni 2022 kemudian diundurkan menjadi tanggal 14 Juni disebabkan oleh beberapa pertimbangan yaitu :
- Pertimbangan panitia untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda lokal yang belum mendaftar untuk dapat terlibat sebagai THP.
- Keterbatasn waktu dan kesibukan panitia karena bertepatan dengan waktu pelaksanaan Side Event W20 (tanggal 7-10 Juni 2022).
- Keterlibatan yang tidak inklusif
Pelibatan peserta lokal (Town Hall Meeting Participant/THP) tentunya didasari atas ketentuan yang dibuat dan menjadi kebijakan dan IYD selaku penanggungjawab pelaksanaan Pre Summit Y20. Walaupun tema 4th Pre Summit Y20 di Manokwari Papua Barat adalah Keberagaman dan Inklusi tetapi hanya pada cakupan yang fokus pada aspek Inklusi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif. Selain itu tema Keberagaman dan Inklusi tidak dalam konteks memberikan akses dan pengakuan kepada kelompok yang dapat memicu pertentangan di masyarakat karena sensitivitasnya.
Secara umum kebijakan dan ketentuan rekrutmen peserta THP yang dibuat oleh IYD dan juga Panitia tidak dibuat spesifik untuk mengakomodir satu golongan/kelompok tertentu tetapi didasarkan pada pemahaman dan keterlibatan mereka dalam Inklusi Pendidikan dan Ekonomi Kreatif dan tentunya ini terbuka untuk semua kalangan pemuda.
- Penilaian Peserta THP yang tidak transparan
Syarat dan ketentuan peserta THP telah dicantumkan dengan transparan oleh Panitia pada flyer dan tautan yang kemudian disebarluaskan pada berbagai media sosial Panitial menggunakan beberapa acuan untuk penilaian , yang pertama adalah Curiculum Vitae (CV) calon peserta dan yang kedua adalah video singkat yang diunggah di media sosial panitia (IG @yd westpapuaprovince) terkait isu keberagaman dan inklusi, spesifik Pendidikan dan Ekonomi Kreatif dan kriteria tambahan yang menjadi pertimbangan adalah mengakomodir keterwakilan pemuda Orang Asli Papua (OAP).
- Keamanan
Keamanan tentunya menjadi salah satu pertimbangan panitia ketika menempatkan THP pada Sekolah Menengah Atas Taruna Kasuari Nusantara (SMA TKN). SMA TKN merupakan lembaga pendidikan berstandar semi militer sehingga terdapat tenaga keamanan dan Pihak TNI yang selama ini memang telah ditugaskan dari satuannya sebagai pembimbing dan keamanan sekolah. Ini menjadi point penting pertimbangan panitia selain terdapat agenda kunjungan seluruh delegasi Y20 ke SMA TKN serta Pulau Mansinam dan Pulau Lemon melalui Dermaga Fasharkan TNI AL sehingga akan memudahkan mobilitas THP ke tempat tempat tersebut.
- Keuangan
Panitia telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran kegiatan Keseluruhan anggaran panitia untuk pelaksanaan Side Event W20 dan Pre Summit Y20 Tidak Berjumlah 10 Milyar Rupiah sebagaimana yang diberitakan tetapi 4,8 milyar rupiah dan yang dikelola oleh Panitia sebesar 2,8 milyar rupiah- (dan ini sudah disampaikan secara terbuka melalui klarifikasi panitia ke berbagai media pemberitaan pada Rabu tanggal 1 Juni 2022 di Sekretariat Panitia di Fanindi Manokwari).
Untuk pelaksanaan event W20, banyak pengeluaran tidak terduga yang panitia harus tanggulangi sehingga panitia kekurangan anggaran untuk kegiatan Y20 .
Atas persetujuan Bpk Pj Gubernur Papua Barat, Panitia mendapat tambahan anggaran sebesar 2 Milyar Rupiah untuk pelaksaanaan Pre Summit Y20 Secara berkala laporan keuangan disampaikan kepada pimpinan , seluruh panitia dan publik termasuk juga melaporkan dukungan pembiayaan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat dan sponsor Secara formal, Panitia akan menyiapkan laporan secara menyeluruh pelaksanaan Side Event W20 dan Pre Summit Y20 dan menyampaikan ucapan terima kasih bagi para pihak pihak yang telah mendukung dan berkontribusi terhadap suksesnya acara side event G20 di Manokwar Papua Barat
- Aksesibiltas dan Akomodasi
Pada prinsipnya THP bersifat volunter/sukarela , diharapkan calon peserta dapat terlibat dengan pembiayaan pribadi atau sponsor lain yang tidak terikat Panitia juga telah berupaya melalui dukungan mitra pembangunan (NGO) Doreka Foundation dan Konservasi Indonesia telah memfasilitasi transportasi untuk seluruh THP yang berasal dari Provinsi Papua Barat di luar Manokwari (+20 orang) dan 1 (satu) orang fasilitator yang berasal dari luar Manokwari.
Selain itu juga sebanyak 5 (lima) orang peserta lokal difasilitasi transportasi dan akomodasi oleh Tanoto Foundation. Karena keterbatasan pembiayaan sehingga panitia memutuskan untuk menempatkan seluruh THP non sponsor di asrama SMA Taruna Kasuan Nusantara yang secara umum layak.
Harapannya semua peserta baik Manokwari, luar Manokwari bahkan luar Papua mendapat penginapan di tempat yang sama dengan standar yang sama. Selain itu, pada saat berlangsung acara ini, kapasitas kamar hotel juga tidak mencukupi untuk jumlah tersebut. Jadi jika tetap di hotel maka hotelnya akan ada beberapa yang
digunakan, ini membuat mobilisasi akan rumit, keamanan harus bertambah dan panitia yang terbatas akan semakin pecah untuk bisa ada keterwakilan di setiap hotel yang dinapkan. Panitia juga telah memberikan dukungan untuk peningkatan daya listrik agar AC di kamar dan ruang pertemuan dapat digunakan, penyediaan perlengkapan kamar mandi dan air bersih, walaupun tidak selengkap dan senyaman fasilitas hotel.
Khusus untuk air bersih secara teknis mengalami kendala walaupun panitia telah berkomitmen untuk mendukung penyediaannya. Panitia kemudian akhirnya dengan segala pertimbangan dan mendapat dukungan Panitia Pusat IYD telah memindahkan seluruh THP dari SMA TKN ke Hotel Valdos untuk durasi 1 (satu) malam.
Kalau berkaca dari pengalaman pre summit Y20 sebelumnya, khususnya sebelum THP kami panitia dan para Mitra Pembangunan telah melakukan yang terbaik untuk menanggung biaya perjalanan pergi pulang dan akomodasi peserta selama kegiatan berlangsung.
- Kontribusi Kurang Maksimal
Secara umum tidak ada penekanan dan tuntutan panitia kepada para THP untuk secara all out memberikan kontribusi pada event ini terutama pada sesi Town Hall Meeting. Event ini sebenarnya lebih ke arah memberikan kesempatan kepada peserta lokal (THP) untuk memperluas jejaring relasi antar pemuda secara nasional dan global, mendapat pengalaman berharga dan sekaligus berbagi pengalaman, pengetahuan dan kearifan lokal dengan delegasi nasional, observer, dan para narasumber.
Ini tentunya menjadi kesempatan yang langka yang tidak diperoleh oleh semua orang dan tentunya tidak akan terulang untuk jangka watu yang lama . Berdasarkan pengalaman panitia mengikuti Pra-KTT 1-3 Y20, panitia selalu berkoordinasi agar lebih baik dan lebih optimal serta memiliki pemerataan. Pada Pra-KTT sebelum sebelumnya, THP tidak diakomodir sama sekali, mereka hanya datang saat pembukaan, Town Hall Meeting dan penutupan.
Ada pula yang diinapkan tetapi perlu dilihat bahwa wilayah tersebut merupakan daerah wisata sehingga memiliki banyak hotel besar dibandingkan Manokwari
- Ancaman Kebebasan Berpendapat
Pada prinsipnya , panitia mengarahkan saat pembekalan peserta, panitia memberikan arahan bahwa semua peserta tinggal di SMA TKN. Saat pembekalan berlangsung di waktu yang sama pula tim melakukan survei, ketika pembicaraan terdapat nada yang sedikit tinggi. Hal tersebut tidak serta-merta merepresentasikan forum tersebut tidak bebas berpendapat.
- Represi
Panitia bukan tanpa alasan yang jelas memilih SMA TKN sebagai tempat bagi para THP Segala pertimbangan dan segala upaya sudah didiskusikan terlebih dahulu. Saat pembekalan, masalah penginapan ini menjadi sangat tidak terkendali sampai kepada
isu yang tidak benar bahwa panitia mengelola 10 Milyar yang seharusnya cukup untuk menginapkan semua THP di Hotel. Dengan situasi dan kondisi panitia harus memastikan semua kondisi baik, panitia harus tegas. Kesempatan ini diberikan kepada seluruh pemuda di Indonesia tidak hanya di Papua Barat saja.
Jika mengingat keterbatasan dana , secara gampang panitia bisa saja membuka hanya untuk pemuda Manokwari agar tidak perlu mengeluarkan biaya akomodasi. Tetapi kesempatan ini panitia berikan kepada seluruh pemuda baik di Manokwari, Papua Barat, Tanah Papua bahkan Indonesia.
Pembekalan sebelum kedatangan kami berikan agar peserta dapat memahami kondisi panitia juga Bukan malah sebaliknya membahas hal yang tidak substansi. Bukan sikap yang represif tetapi lebih kepada memberikan sikap yang tegas untuk mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan panitia pusat.(tam)













