PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Guna menyukseskan peringatan 665 tahun Islam Masuk di Tanah Papua yang akan berlangsung hari ini (Jumat, 08/8/2025) di Fakfak maka Bupati Samaun Dahlan meliburkan aktifitas pelayanan Pemerintahan di lingkup Pemkab Fakfak.
Tidak saja ASN yang diliburkan tetapi sekolah – sekolah di Kota Fakfak juga diliburkan agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan 665 tahun Islam masuk tanah Papua yang akan berlangsung dari subuh 04.30 WIT hingga selesai.
Dengan diliburkannya aktifitas pelayanan di Pemkab Fakfak sehingga ASN dan para pelajar dii Kota Pala Fakfak – Papua Barat dapat terkonsentrasi bersama masyarakat Fakfak melaksanakan peringatan 665 Islam Masuk Tanah Papua yang dipusatkan di RTH Ma’ruf Amin, kawasan reklamasi pantai jalan Dr. Salasa Namudad.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., kepada papuadalamberita.com. mengatakan, dalam rangka memperingati 665 tahun Islam masuk di tanah Papua, yang pertama kali di laksanakan di Fakfak maka Pemerintah Kabupaten Fakfak meliburkan ASN dan para pelajar.
“Saya liburkan seluruh ASN di lingkup Pemkab Fakfak termasuk para pelajar agar dapat bergabung di RTH Ma’ruf Amin untuk mengkuti peringatan 665 tahun Islam masuk di tanah Papua,” ujar Bupati Fakfak Samaun Dahlan di RTH Ma’ruf Amin, Kamis (07/8/2025) malam.
Dengan diliburkan pelayanan Pemerintahan pada peringatan masuknya Islam di tanah papua, Samaun Dahlan meminta seluruh ASN dan masyarakat Fakfak untuk dapat bergabung mengikuti rangkaian kegiatan peringatan 665 tahun Islam masuk di tanah Papua.
“Saya menghimbaun pimpinan OPD agar dapat hadir dan bila perlu hadir membawa daftar absen karena itu semua pegawai haru hadir untuk mengisi ruangan terbuka RTH Ma’ruf Amin,” pintanya.
Dengan diliburkan ASN dan pelajar maka kegiatan pelayanan Pemerintahan di lingkup Pemkab Fakfak akan kembali berjalan normal pada Senin (11/8/2025). Pada kesempatan tersebut, Bupati Fakfak Samaun Dahlan juga menyampaikan terimah kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyiapkan dan menyukseskan rangkaian kegiatan Islam masuk tanah Papua sejak 6 Agustus hingga 8 Agustus 2025.(Enrico Letsoin)














