Papua Barat

Perlu Menyembelih Keangkuhan dan Kesombongan, Pesan Ustadz Imam Muslih di Shalat Id Lapangan Borasi

263
×

Perlu Menyembelih Keangkuhan dan Kesombongan, Pesan Ustadz Imam Muslih di Shalat Id Lapangan Borasi

Sebarkan artikel ini

Ketua PD Muhammadiyah Manokwari, Ustadz Imam Muslih, S.Hut, MP.d saat khotba Idul Adha di LapLapangan Borasi Manokwari, Kamis (29/6/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sekitar 5 000 umat muslimin dan muslimat, orang tua, anak-anak menjalani shalat Idul Adha 1444 H di Lapangan Borasi, Manokwari Papua Barat, Kamis (29/6/2023).

Ketika di padang Arafah, ibarat padang mahsyar yang menempatkan semua hamba-hamba Allah hadir dengan penuh kejujuran kepolosan dan ketawaduan.

‘’Ketika berada di padang mahsyar kekayaan pangkat jabatan hanyalah perhiasan duniawi yang di hadapan Allah justru akan mempersulit diri sendiri ketika itu menjadi tidak amanah dan tidak bertanggung jawab,’’ ujar Ketua PD Muhammadiyah Manokwari, Ustadz Imam Muslih, S.Hut, MP.d saat khotba Idul Adha di LapLapangan Borasi Manokwari, Kamis (29/6/2023).

‘’Karena itu, mari kita lepaskan semua atribut yang menyeret kita kepada keangkuhan, jangan bangga dengan potret wajah kita yang boleh jadi penuh dengan kepalsuan, di hari Idul Adha ini kita yang berkurban perlu menyembelih sifat-sifat keserakahan keangkuhan dan kesombongan kita, kita berharap terbebasnya dan terampuninya dosa-dosa kita yang selama ini telah melumuri kita,’’ sambung Ustadz Imam Muslih.

Ia menegaskan, apalah arti lah hidup ini manakala diri kita dihiasi dengan aib, kesombongan tidak akan berguna sebagai bekal akhirat sama sekali.

‘’Allah dalam firmannya mengatakan, berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaku Hai orang-orang yang berakal,’’ ujarnya.

‘’Dosa membuat diri kita kehilangan keberkahan, keberkahan hidup, keberkahan rizki harta, dan apa saja yang kita miliki, akibatnya kita kehilangan ketenangan, dosa telah membuat kita kehilangan hati nurani karena tergadainya,’’ ungkapnya.

Ia menekankan, bahwa jangan sampai dosa membuat manusia kehilangan kepekaan sosial, dan kepedulian kepada sesama, tergantikan kepalsuan, dan basa-basi tidak bermakna, saling menghina, merendahkan dan paling mengerikan maraknya penyakit senang melecehkan, senang melihat orang lain susah, dan suka ketika melihat orang lain senang.

Ustadz Imam Muslih, S.Hut, MP.d saat khotba Idul Adha di LapLapangan Borasi Manokwari, Kamis (29/6/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

‘’Dosa telah membutakan mata hati kita, sehingga kita tidak mampu membedakan mana yang hak dan batin yang haram, dan mana yang halal, akibatnya rasa bangga meskipun tercela,’’ kata Ustadz.

Untuk itu, bukalah hati, pikiran dan perasaan, sehingga nurani mampu kembali bercahaya, karena mendapat siraman Nur, mari berubah, lakukan perubahan, sucikan diri bersih-bersihnya, buka lembaran baru dengan taubatan nasuha, merendah masa depan kita dalam rangka meraih kehidupan sesungguhnya di bawah siraman hidayah.

Warga Manokwari usai shalat Idul Adha di LapLapangan Borasi Manokwari, Kamis (29/6/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

‘’Tidak ada yang tahu soal usia, umur adalah rahasia Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga kita diberi umur panjang, sehat walafiat dan makin rajin beribadah untuk menanti detik-detik memasuki gerbang kehidupan abadi secara khusnul khotimah,’’ ajaknya.

Ia menambahkan, alangkah indah hidup di sisa umur manusia, Allah melimpahkan kebahagiaan duniawi dan kesejahteraan surgawi.

‘’Saatnya mensyukuri semua nikmat Allah, kematian tidak dapat dicegah, maupun diminta, kematian datang tanpa permisi, tanpa diminta, dan tanpa mengenal anak maupun remaja, tidak pandang tua ataupun muda, datang atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,’’ pesan Ustadz.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *