Pemukulan tifa menandai pembukaan Rapat Pimpinan Polda, Kodam dan Pemerintah daerah Papua Barat, Senin (21/3/2023). FOTO: PAPUADALAMBERITA/HUMAS POLDA PAPUA BARAT.
PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Polda Papua Barat, Forkopimda Papua Barat, Kodam XVIII Kasuari , Koarmada III Sorong, menggelar rapat pimpinan (Rapim) tahun 2023 menyikapi kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan situasi Kamtibmas Papua Barat, di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat Senin, (20/03/23).
Rapat pimpinan dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Khusus (Otsus), Doktor, Ir, R M Thamrin Payapo, MH, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silityonga, SH, MH, Wakaolda Papua Barat Brigjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, SH, MSi, Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga, Kapoksahli Koarmada III Laksamana Pertama TNI Yohanis Yulius Tamoni.
Kapolda Papua Barat dalam rapim mengatakan, Rapim adalah keharusan yang dilakukan sebagai instansi vertical, TNI, Polri mempersiapkan rancangan mensukseskan program pemerintah daerah.
Menurut Kapolda pihaknya menginginkan, Pemda menyampaikan apa yang diinginkan Pemda terhadap TNI dan Polri, sehingga TNI Polri mengetahui dan mengambil bagian dengan arah tujuan yang jelas.
“Selama kita ditugaskan, mari kita perbuat dengan baik sukseskan segala program demi kemajuan masyarakat,” pesan Kapolda.
Kapolda Papua Barat dalam arahannya menyampaikan, kerjasama antar instansi dan pemerintah diperlukan agar pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan baik, karena memiliki tujuan yang sama.
“Kerjasama antar instansi dan pemerintah diperlukan agar pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan baik, karena kita memiliki tujuan yang sama, kita jangan berharap atau berpikir bahwa kita adalah pemain cadangan kita semua adalah pemain kesebelasan yang saling melengkapi,” tegas jenderal polisi bintang dua ini.
Kapolda menambahkan, ada tiga hal yang tidak bisa dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi yaitu kreatiftas, imajinasi dan kerja sama.
“Kreatifitas yaitu mesin tidak bisa berkreasi secara sendiri, Imajinasi yaitu mesin tidak bisa berimajinasi, kerjasama adalah mesin juga tidak bisa memiliki pikiran sendiri, untuk bekerjasama hal yang tidak bisa digantikan oleh alat secanggih apapun,” Kapolda mengingatkan.
Staf ahli gubernur Papua Barat Tamrin Payapo menyampaikan, bahwa ada beberapa faktor dalam kesiapan Pemilu yakni faktor pemerintah, faktor partai politik, faktor masyakarat, penyelenggara Pemilu, faktor pengamanan, faktor logistik, faktor distribusi logistik, faktor DPT ( Daftar Pemilih Tetap ), faktor media massa dan yang terakhir adalah faktor yudikatif.
Kasdam XVIII Kasuari mengatakan, mulai ada penolakan-penolakan yang terjadi ini menjadi tugas memberikan ketenangan kepada pemerintah daerah.
TNI dan Polri bersama-sama menyelesaikan setiap masalah yang ada, TNI/Polri tingkatkan soliditas pada tingkat Bintara dan Tamtama, harus dibimbing dengan baik agar mereka memiliki rasa kebersamaan membantu pemerintah.
Kapoksahli Koarmada lll mengatakan, siap dalam melaksanakan perbantuan kepada polri dan Pemda dalam rangka PAM Pemilu 2024 di wilayah kerja Koarmada lll.
“Saya siap mendukung dan mengimplementasikan keinginan bapak Kapolda dan tetap siap dengan kekuatan yang ada,” ujarnya.(rls/tam)
Rapat Pimpinan Polda, Kodam dan Pemerintah daerah Papua Barat, Senin (21/3/2023). FOTO: PAPUADALAMBERITA/HUMAS POLDA PAPUA BARAT.












