Papua Barat

Pertemuan Tim 11 di Lantai 5

286
×

Pertemuan Tim 11 di Lantai 5

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si bersama wartawan peliput pemerintahan provinsi, di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Papua Barat Arfai, Manokwari, Kamis (18/9/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN

Feature: Rustam Madubun

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –Pagi yang beranjak menuju siang, Kamis 18 September 2025, ruang tunggu tamu di lantai lima Kantor Gubernur Papua Barat terasa sesak.

Kursi penuh, hingga ada yang berdiri berdesakan. Bisik-bisik percakapan menjadi musik latar, sementara di meja tamu hanya tersedia minuman ringan, dalam botol bening, sederhana namun cukup menemani penantian.

Sekretaris pribadi gubernur, yang tak pernah lepas dari tugas, ramah menyapa setiap tamu yang keluar dari pintu lift.

Dengan suara lembut ia menanyakan tujuan, termasuk kepada kami: sebelas (11) wartawan dari media cetak, elektronik, dan online. Sehari-hari kami meliput denyut pemerintahan Papua Barat, dan hari itu kami pun masuk dalam antrean panjang untuk bertemu orang nomor satu di provinsi ini, Gubernur Drs. Dominggus Mandacan, M.Si.

Kami datang tepat pukul sebelas, dipandu Ari Amstrong, wartawan senior yang menjadi jembatan pertemuan.

Di ruang tunggu, kami bukan satu-satunya tamu. Ada juga Kepala Biro Kesra, Asisten III Setda Papua Barat, Otto Parorongan, dengan tujuan yang sama: bertemu gubernur.

Jarum jam bergerak lambat. Hingga pukul 11.30, ajudan dan sekretaris pribadi memberi isyarat. “dari Media Silakan masuk,” katanya.

Pintu terbuka, dan dari balik meja kerjanya, gubernur menyambut dengan sapaan hangat,

“Masuk, masuk.”

Ruangan terasa dingin sejuk, pendingin udara berpadu dengan panorama Teluk Doreri yang terhampar megah dari balik jendela kaca.

Kami duduk rapi, diperkenalkan Ari Amstrong, lalu dialog pun mengalir. Hampir satu jam, Dominggus Mandacan, dengan senyum khasnya, mendengar, menyimak, dan menjawab setiap pertanyaan dengan ramah.

“Terima kasih, semua yang disampaikan menjadi masukan dan pelajaran bagi saya, untuk saya mengingatkan mereka lagi,” ujarnya.

Kalimat itu meluncur tenang, namun mengandung ketegasan.

Ia menyinggung soal staf, soal birokrasi yang belum sepenuhnya memahami perintahnya.

“Saya selalu sampaikan, kalau saya bicara satu, bawahan sudah bisa menerjemahkan, silakan jabarkan.” Tapi kenyataannya, masih ada yang belum menjabarkan.

Ungkapan itu ditujukan pada dua bagian penting: Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom)  serta Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Papua Barat, mereka yang seharusnya mengelola memenets hubungan dengan wartawan dan publikasi kegiatan pimpinan daerah.

“Publik harus mengetahui setiap kerja gubernur, wakil gubernur, sekda, dan OPD di lingkup Pemprov Papua Barat. Itu tugasnya Administrasi Pimpinan dan Infokom,” ujar gubernur, sambil memohon maaf atas miskomunikasi yang terjadi.

Senyum teduhnya menutup percakapan. Bagi kami wartawan, pertemuan Kamis pagi itu bukan sekadar wawancara.

Ia adalah ruang kepercayaan, ruang keterbukaan informatif, sekaligus ruang pengakuan bahwa kerja pers adalah bagian penting dari kerja pemerintahan yang sama-sama diatur dalam undang-undangtercatat  dalam lembarab negara Republik Iadonesa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *