Papua Barat

Pertumbuhan Ekonomi Fakfak Capai 5,3 Persen, Ali Baham Temongmere :  Perencanaan Cara Rasional Wujudkan Masa Depan

81
×

Pertumbuhan Ekonomi Fakfak Capai 5,3 Persen, Ali Baham Temongmere :  Perencanaan Cara Rasional Wujudkan Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Sekda Kabupaten Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP (Kanan) dan Plt. Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak, Eksan Musa’ad, SE, M.Si. Pada Pembukaan Seminar RKPD di Kampung Wasa Mulya Distrik Tomage Fakfak. Kamis 13 Agustus 2020. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM FAKFAK – Plt Ketua Bappeda dan Litbang Fakfak, Eksan Musa’ad, SE, M.Si, pada pembukaan Seminar Pemantapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Fakfak Tahun 2021 yang dilaksanakan pada kamis, 13/08/20 di Balai Kampung Wasa Mulya Distrik Tomage, mengatakan, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi Fakfak di tahun 2020 mencapai angka 5,3 persen. Pada hal kabupaten Fakfak di kwartal II ini seluruh stake holder sedang menghadapai Pandemik Covid -19.

“Perlu kami laporakan saat ini,  angka pertumbuhan ekonomi kita berdasarkan data terbaru dari BPS menunjukan pertumbuhan ekonomi kita mencapai angka 5,3 persen, ini terbilang cukup baik, pada hal kita tengah menghadapi Pandemic Covid 19” Ujar Eksan sapaan akrabnya

Lebih dikakatan, angka kemiskinan di Kabupaten Fakfak di tahun 2020 juga mengalami penurunan dari 24 persen, menurun satu poin ke angka 23 persen, sementara dari aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang di ukur dari tiga indikator utama yaitu aspek Pendidikan, kesehatan dan ekonomi justru berada pada kisaran 66,99 point, ini menunjukan kinerja di bidang kesahatan, Pendidikan maupun ekonomi masih cukup baik sehingga kita berada di level ketiga di Papua Barat.

“Angka kemiskinan kita di tahun 2020 telah mengalami penurunan dari 24 persen menurun menjadi 23 persen, sementara IPM kita yang diukur dari tiga indikator utama yakni Pendidikan, kesehatan dan ekonomi justru berada pada kisaran 66,99 point, hal ini menunjukan bahwa kinerja di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi masih cukup baik sehingga kita berada di level ketiga di Papua Barat” Tegas Plt. Ketua Bappeda ini.

Sementara dari aspek PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan menunjukan bahwa kontribusi sektor di dalam PDRB masih di dominasi oleh sektor pembangunan dengan peretumbuhan sebesar 27 persen, sementara sektor basis yaitu pertanian telah mengalami peningkatan namun terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan sektor basis lainnya, pada hal semestinya pertanian dijadikan sebagai lini sektor utama dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteran masyarakat, tukas Plt. Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak pada pembukaan seminar (RKPD) yang dibuka Bupati Fakfak, Kamis kemarin (13/8/2020)

Sementara dari aspek PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan menunjukan bahwa kontribusi sektor di dalam PDRB masih di dominasi pada sektor pembangunan dengan peretumbuhannya sebesar 27 persen. Sementara sektor basis yaitu sektor pertanian telah mengalami peningkatan namun terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan sektor lainnya, pada hal semestinya sektor pertanian harus dijadikan sebagai lini sektor utama dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteran masyarakat ”, tuturnya.

Sementara Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP yang juga hadir pada seminar RKPD tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Wasa Mulya Distrik Tomage. Pasalnya selama 36 tahun dirinya menjadi Aparatur Sipil Negara baru saat ini sebuah perhelatan Seminar RKPD, dilaksanakan disebuah kampung yang jauh dari pusat kota bahkan di hadiri oleh seorang Doktor Kebijakan Publik (Dr. Drs. Mohammad Uswanas Bupati Fakfak).

“Selama kurang-lebih 36 tahun saya menjadi Pegawai Negeri Sipil baru kali ini sebuah acara kabupaten yang luar biasa ada di satu kampung yang jauh yang di pimpin oleh seorang Doktor” ungkap Ali Baham Temongmere dihadapan Bupati, Wakili Bupati dan seluruh pimpinan OPD yang hadir pada pembukaan seminar tersebut.

Ali Baham Temongmere yang akrab di sapa ABT mengawali pembicaraannya dengan mengutip sebuh kata bijak “semakin jauh berjalan semakin banyak yang kita lihat” dan dengan melihat dalam konteks perencanaan di atas ruang itulah kita berbicara tentang apa yang mau kita capai secara realistis. Ketika kita belum berdiri di atas ruang itu, maka kita hanya merupakan mimpi yang harus dilandasi dengan sebuah ruang yang jelas. Sesepuh perencanaan ini juga mendefinisikan perencanaan secara sederhana sebagai cara rasional untuk mewujudkan masa depan.

“Kata orang bijak, semakin jauh berjalan semakin banyak yang kita lihat. Dengan melihat dalam konteks perencanaan di atas ruang itulah kita berbicara tentang apa yang mau kita capai secara realistis. Ketika kita belum berdiri di atas ruang itu, maka kita hanya merupakan mimpi yang harus dilandasi dengan sebuah ruang yang jelas. Definisi perencanaan itu banyak namun secara sederhana perencanaan adalah cara rasional untuk mewujudkan masa depan”, tutup mantan Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak yang saat ini menjabat Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *