Papua Barat

PLN: Pasokan Listrik Manokwari Aman, Gangguan Didominasi Faktor Eksternal

256
×

PLN: Pasokan Listrik Manokwari Aman, Gangguan Didominasi Faktor Eksternal

Sebarkan artikel ini
Direktur PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari, Arvy Tryudha, saat ditemui wartawan di Hotel Mansinam Beach, Senin (13/4/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI Direktur PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari, Arvy Tryudha, menyatakan kondisi kelistrikan di Manokwari masih dalam kategori aman dengan cadangan daya yang mencukupi.

Hal itu disampaikan Arvy saat ditemui wartawan di Hotel Mansinam Beach, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, sistem kelistrikan Manokwari mencakup wilayah Kota Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan dalam satu jaringan terpadu.

Sementara itu, wilayah Wondama dan Teluk Bintuni dilayani oleh sistem pembangkit yang berbeda.

“Beban puncak saat ini sekitar 37 megawatt (MW), sementara kapasitas pembangkit mencapai 53 MW. Artinya masih ada cadangan daya sekitar 16 MW yang bisa dimanfaatkan untuk sambungan baru maupun pengembangan,” ujar Arvy.

Meski kapasitas mencukupi, Arvy mengakui gangguan kelistrikan masih kerap terjadi. Ia menyebutkan, sekitar 80 persen pemadaman tidak terencana disebabkan oleh faktor eksternal di luar kendali PLN.

“Gangguan paling dominan berasal dari pohon yang berada di dekat jaringan listrik. Ketika angin kencang, dahan bisa menyentuh kabel dan menyebabkan gangguan,” katanya.

Selain itu, cuaca ekstrem dan banjir juga menjadi penyebab pemadaman. Jika gardu atau instalasi pelanggan terendam air, PLN terpaksa melakukan pemadaman sementara demi keselamatan masyarakat.

“Kalau ada potensi bahaya seperti banjir, kami harus padamkan untuk menghindari risiko tersengat listrik,” ujarnya.

Arvy menambahkan, gangguan juga dapat dipicu oleh hewan maupun benda asing.

Ia menyebutkan kasus kelelawar yang menyentuh kabel dan tiang listrik sekaligus, serta benda seperti layang-layang, sepatu, hingga mainan yang tersangkut di jaringan.

“Hal-hal seperti ini sering terjadi dan berdampak pada terganggunya pasokan listrik,” kata dia.

Terkait struktur organisasi, Arvy menjelaskan bahwa UP3 Manokwari berfokus pada pelayanan pelanggan dan distribusi jaringan. Sementara operasional pembangkit listrik berada di bawah Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK).

“UP3 ini ibarat pelanggan dari UPK. Kalau ada gangguan di pembangkit, kami yang akan berkoordinasi dengan UPK,” ujarnya.

Arvy juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keandalan listrik. Ia meminta warga segera melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile, call center 123, atau media sosial resmi PLN.

Selain itu, masyarakat diharapkan mengizinkan pemangkasan pohon yang berada dekat jaringan listrik serta tidak melempar benda ke arah kabel.

“Peran masyarakat sangat penting untuk menjaga keandalan listrik. Dengan kerja sama, gangguan bisa diminimalkan,” ucapnya.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *